UPAYA MENINGKATKAN KREATIFITAS BANGUN RUANG DENGAN MEDIA BERMAIN BALOK PADA ANAK
Abstrak: Anak dengan usia 4 –
6 tahun adalah usia peka dan aktif bagi anak dalam mencari dan menemukan
sesuatu yang menjadi dasar dalam mengembangkan kemampuannya, dan salah satunya
adalah kemampuan untuk berkreasi. Dari hasil pengamatan yang dilakukan di PAUD
Muslim Play Group Kecamatan Gajah, Kabupaten Demak, ditemukan bahwa kurang
berminatnya anak dalam kegiatan bermain sambil belajar dengan menggunakan
sarana dan prasarana permainan yang ada. Hal ini dikarenakan sarana dan
prasarana alat permainan yang ada kurang tersedia dengan baik didukung metode
pembelajaran yang kurang variatif pula. Berdasarkan hal tersebut, maka permainan
dengan balok-balok permainan dirasa sangat tepat untuk digunakan sebagai
alternatif dalam proses pembelajaran untuk mengembangkan kreatifitas anak.
Adapun tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui bahwa metode bermain media
balok dapat mengembangkan kreatifitas anak-anak didik kelompok B PAUD Muslim
Play Group. Penelitian Tindakan Kelas adalah metode yang digunakan dalam
penelitian ini. Sedangkan subyek penelitiannya adalah anak didik Kelompok B
Muslim Play Group Kecamatan Gajah Kabupaten Demak Tahun Pelajaran 201/2014.
Subyek penelitian adalah peserta didik kelompok B PAUD Muslim Play Group.
Jumlah anak didik :20 anak, terdiri dari Laki-laki:11anak, Perempuan:9 anak.
Data diperoleh melalui observasi indikator kemampuan kreatifitas. Teknik analisis
data yang digunakan adalah prosentase kemampuan kreatifitas bangun ruang anak
melalui bermain balok yang dikategorikan kedalam bentuk nilai yaitu nilai A
dengan skor 4 sebagai berkembang sangat baik ( BSB ), nilai B dengan skor 3
sebagai berkembang sesuai harapan ( BSH ), nilai C dengan skor 2 sebagai mulai
berkembang ( MB ) dan nilai D dengan skor 1 sebagai belum berkembang ( BB ).
Berdasarkan hasil observasi dan penelitian dilakukan dengan berpedoman pada
beberapa aspek atau indikator yang meliputi : mengelompokkan bentuk geometri,
menyusun dari kepingan sederhana, menciptakan bentuk bangunan, membongkar dan
mencipta lagi bangunan baru, bercerita apa yang diimajinasikan Peneliti
beranggapan bahwa dengan bermain balok akan dapat meningkatkan kretifitas anak
dan melatih kerjasama kelompok. Pembahasan
pada siklus 1 peneliti masih kurang kreatif dalam mengkreasikan media balok,
balok yang digunakan balok polos sehingga anak kurang tertarik, guru juga
kurang aktif dalam pengarahan dan penyampaian materi sehingga anak masih
bingung dalam bermain balok. Pembahasan siklus II adalah perbaikan dari siklus
I, Dalam siklus II media balok di tempeli dengan stiker anak dan juga ada yang
di kasih warna dengan ditambahkan assesori tambahan sehingga anak lebih tertarik
untuk bermain berkreasi membangun dengan balok, dalam kegiatan guru juga
memberikan dorongan motivasi dan memberikan masukan agar anak lebih berfikir
kreatif. Setelah dilaksanakan penelitian yang berjalan selama dua siklus,
terbukti bahwa ternyata ada perubahan setelah dilakukan tindakan atau setelah
diterapkan metode yang sesuai saat bermain balok. Penerapan bermain balok yang
tepat dapat meningkatkan kretifitas bangun ruang anak. Berikut ini adalah
pemaparan peningkatan hasil belajar pada siklus I dan siklus II dapat dilihat
nilai rata-rata anak pada siklus 1
adalah 2,62 dengan persentase ketuntasan belajar 57% sedangkan pada siklus II,
nilai rata-rata anak 3,2 dengan persentase ketuntasan belajar 82%. Dengan melihat
pengamatan menunjukkan Perkembangan kreatifitas anak melalui permainan balok
semakin berkembang. Disamping itu anak semakin aktif dan bahkan berlomba untuk
dapat menyelesaikan permainannya yaitu menyusun balok untuk membentuk suatu
bangunan bahkan lebih dari satu.
Penulis: Umi Maria Ulfah
Kode Jurnal: jppaudsddd140878