Meningkatkan Kemampuan Bahasa Awal Anak Usia Dini Melalui Media Cerita Bergambar Di RA Tarbiyatul Athfal
Abstraksi: Bahasa memegang
peranan penting dalam kehidupan manusia pada umumnya dan dalam kegiatan
berkomunikasi pada khususnya. Demikian pula peran bahasa bagi anak. Membaca
memberi sumbangan yang pesat dalam perkembangan anak menjadi dewasa.
Perkembangan bahasa anak TK/RA masih jauh dari sempurna. Namun demikian,
potensinya bisa dirangsang melalui membaca yang aktif dengan menggunakan bahasa
yang baik dan benar. Kemampuan bahasa anak dapat ditumbuhkan dengan berbagai
macam cara, seperti, membacakan cerita atau berita, bermain tebak-tebakan kata,
mendongeng dengan alat peraga, atau membuat pertanyaan-pertanyaan yang harus
dijawab anak. Keterampilan membaca dan bercerita anak harus dikembangkan sejak
dini, dimasa peka belajar, karena inti dari hubungan antara manusia adalah
komunikasi. Kunci pokok pembelajaran dalam kelas terletak pada seorang guru.
Namun, bukan berarti dalam proses pembelajaran hanya guru yang aktif. Proses
pembelajaran menuntut keaktifan dari kedua subjek pembelajaran, yaitu guru dan
peserta didik. Di dalam kelas guru memiliki peran yang penting dalam mengasah
bahasa anak. Oleh karena itu, guru harus dapat menentukan metode yang tepat
untuk meningkatkan minat baca anak. Salah satu metode yang dapat digunakan
adalah metode bercerita. Metode bercerita adalah cara penyampaian atau
penyajian materi pembelajaran secara lisan dalam bentuk cerita dari guru kepada
anak. Di TK/RA bercerita adalah salah satu metode untuk meningkatkan bahasa
yang dapat mengembangkan beberapa aspek fisik maupun psikis anak TK/RA sesuai
dengan tahap perkembangannya. Bercerita berfungsi membantu perkembangan bahasa
dan berpikir anak serta dapat memotivasi anak untuk cinta membaca. Dengan
menggunakan metode bercerita dapat melatih daya serap, daya tangkap, daya pikir
anak, daya konsentrasi anak, daya imajinasi anak, dan membantu perkembangan
bahasa anak dalam berkomunikasi. Bercerita dapat menggunakan alat peraga baik
langsung maupun tidak langsung. Penggunaan alat peraga tak langsung seperti
gambar, dapat membantu fantasi dan imajinasi anak karena ada media pendukung
yang dapat dilihat secara langsung. Rumusan Masalah : (1) Untuk mengetahui
Apakah penerapan metode bercerita dengan alat peraga gambar dapat meningkatkan
kemampuan berbahasa awal pada anak kelas B di RA Tarbiyatu Athfal Desa Kesambi
Kecamatan Mejobo Kabupaten Kudus Tahun Pelajaran 2012/2013?. (2) Untuk
mengetahui Apakah kemampuan berbahasa awal anak usia dini di RA Tarbiyatul
Athfal Desa Kesambi Kecamatan Mejobo Kabupaten Kudus perlu di tingkatkan.
Kesimpulan : (1) Penerapan metode cerita bergambar dapat meningkatkan kemampuan
bahasa anak. Hal ini ditunjukkan dari hasil analisis yang didapatkan bahwa
rata-rata kemampuan bahasa anak kelas B RA Tarbiyatul Athfal Desa Kesambi
Kecamatan Mejobo Kabupaten Kudus pada pra siklus adalah 2,73, siklus I adalah
2,94, dan siklus II adalah 3,38. (2) Penggunaan alat peraga gambar juga dapat
mengasah kecerdasan bahasa anak. (3) Penggunanan metode cerita bergambar pada
anak kelas B RA Tarbiyatul Athfal Desa Kesambi Kecamatan Mejobo Kabupaten Kudus
dapat menambah wawasan guru dalam memilih strategi dan metode yang tepat untuk
diterapkan di kelas dan disesuaikan dengan tujuan dari setiap pembelajaran yang
diadakan dan melatih keterampilan guru dalam mengelola kelas.
Penulis: Heni Fitria Dewi
Kode Jurnal: jppaudsddd130051