IDENTIFIKASI HAMBATAN-HAMBATAN PENULISAN KARYA ILMIAH SEBAGAI KARYA PENGEMBANGAN PROFESI DI KALANGAN GURU TAMAN KANAK-KANAK KECAMATAN SEMARANG SELATAN KOTA SEMARANG. PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU PENDIDIKAN ANAK USIA DINI
Abstrak: Guru Taman
Kanak-Kanak (TK) sebagai pendidik profesional dituntut untuk mampu
mengembangkan profesinya melalui penulisan karya ilmiah. Namun
kenyataannya, pengembangan profesi
melalui penulisan karya
ilmiah belum berkembang
dikalangan guru TK.
Apakah hambatan-hambatan yang dialami oleh guru TK dalam menulis karya
ilmiah sebagai karya pengembangan profesi? Upaya-upaya apakah yang dilakukan
oleh guru, sekolah,
maupun pemerintah (UPTD
Pendidikan Kecamatan Semarang Selatan) untuk
mengatasi hambatan-hambatan dalam
penulisan karya ilmiah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi
hambatan-hambatan yang dialami oleh guru TK dalam penulisan karya ilmiah
sebagai karya pengembangan profesi dan upaya-upaya yang dilakukan untuk mengatasi hambatan tersebut demi
pengembangan profesi.
Penelitian ini dilakukan
terhadap guru TK
di Kecamatan Semarang
Selatan Kota Semarang.
Jumlah populasi sebanyak
180 orang. Jumlah sampel
penelitian sebanyak 108 orang ditetapkan secara stratified proportionale random
sampling. Pengambilan sampel dari setiap strata
dilakukan secara acak
dengan cara undian.
Data dikumpulkan melalui
angket, wawancara, dan
dokumen. Analisis data menggunakan analisis deskriptif dengan
perhitungan persentase.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru yang menulis karya ilmiah
persentasenya masih kecil (16%) dibandingkan dengan yang belum menulis (84%).
Hambatan-hambatan yang dialami
guru TK dalam
menulis karya ilmiah
adalah kemampuan menulis
(45%), kemauan menulis (29%),
pelatihan atau bimbingan
teknis (18%), dan
dukungan dana (8%).
Upaya-upaya yang dilakukan
untuk mengatasi hambatan adalah
1) guru berusaha aktif ikut pertemuan ilmiah/pelatihan, 2) sekolah
mengkondisikan guru agar menulis dan mendorong untuk studi
lanjut ke jenjang
sarjana, dan 3)
pemerintah memfasilitasi berbagai
pelatihan dan memberdayakan
gugus. Simpulan dari penelitian ini
adalah bahwa hambatan
yang dialami guru
dalam menulis karya
ilmiah sebagain besar
berasal dari diri
guru (74%) sedangkan hambatan
dari luar diri
guru sebesar 26%.
Untuk mengatasi hambatan
itu dilakukan upaya
baik oleh guru,
sekolah, dan pemerintah secara
berkelanjutan. Saran yang diajukan dari
adalah 1) perlu lebih diintensifkan dan dilakukan pendampingan secara
berkelanjutan terhadap setiap kegiatan bimbingan teknis
atau pelatihan 2)
sekolah perlu memberikan
penghargaan kepada guru
yang telah membuat
karya tulis ilmiah
sebagai karya pengembangan profesi, bagi guru yang tidak menulis perlu
adanya “upaya pemaksa” misalnya karya tulis dijadikan sebagai salah satu
pertimbangan diberikan tidaknya insentif penghasilan. 3) Pemerintah perlu lebih
mengoptimalkan KKG di setiap Dabin.
Penulis: Inpriyati
Kode Jurnal: jppaudsddd141069