UJI EFEKTIVITAS ANTIINFLAMASI EKSTRAK DAUN BINAHONG (ANREDERA CORDIFOLIA (TEN.) STEENIS) PADA TIKUS JANTAN GALUR SPRAGUE DAWLEY YANG DIINDUKSI KARAGENIN
ABSTRACT: Obat antiinflamasi
non steroid (OAINS) digunakan sebagai terapi antiinflamasi namun memiliki efek
samping berupa perdarahan saluran cerna sehingga dibutuhkan antiinflamasi
alami. Tanaman binahong (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis) memiliki senyawa
alami yang bersifat antiinflamasi seperti asam oleanolik, asam ursolat dan
flavonoid. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji dan membandingkan
efektivitas ekstrak daun binahong dengan asam mefenamat sebagai antiinflamasi.
Pada penelitian ini, uji efektivitas ekstrak daun binahong sebagai
antiinflamasi dilakukan pada tikus jantan galur Sprague Dawley yang diinduksi
karagenin 1%. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan
pendekatan pre dan post test control group design. Dua puluh lima ekor tikus
dibagi dalam lima kelompok (kontrol negatif dengan pemberian akuades, kontrol
positif dengan pemberian asam mefenamat, dan tiga kelompok perlakuan dengan dosis ekstrak binahong 25,2 mg/200 g
BB, 50,4 mg/200 g BB, dan 100,8 mg/200 g BB). Hasil penelitian menunjukkan daya
antiinflamasi pada kelompok kontrol positif dan tiga kelompok dosis ekstrak
daun binahong 25,2 mg/200 g BB, 50,4 mg/200 g BB, dan 100,8 mg/200 g BB secara
berurutan sebesar 11,00%, 5,10%, 10,49% dan 0,82%. Dosis ekstrak binahong yang
memiliki efek antiinflamasi paling tinggi dalam penelitian ini adalah 50,4
mg/200 g BB.
Penulis: Abigail Pheilia Y.T.,
Betta Kurniawan, Novita Carolia, Asep Sukohar
Kode Jurnal: jpkedokterandd140330