UJI EFEK PENYEMBUHAN LUKA FASE MINYAK EKSTRAK IKAN TOMAN (Channa micropeltes) PADA TIKUS PUTIH JANTAN WISTAR YANG DIBERI LUKA SAYAT

ABSTRAK: Ikan  gabus  (Channa  striata)  yang  merupakan  famili dari  ikan toman  (Channa  micropeltes) sudah  terbukti  dapat  membantu  proses  penyembuhan  luka  sayat.  Daging  ikan  toman  mengandung minyak  yang sangat tinggi.  Komponen utama minyak ikan toman  adalah  asam lemak omega-3 dan asam  lemak  omega-6  serta  beberapa  turunan  asam  lemak  lainnya  yang  dapat  membantu  proses penyembuhan  luka.  Penelitian  ini  bertujuan  untuk  mengetahui  efek  penyembuhan  luka  sayat  dan konsentrasi optimal dari fase minyak ekstrak ikan toman dalam membantu proses kesembuhan luka sayat  yang diberikan secara oral.  Tikus jantan Wistar (Ratuus novergius)  yang telah diberi luka sayat epanjang  2  cm  dengan  kedalaman  2  mm,  diberikan fase  minyak  ekstrak  ikan  toman  dengan  dosis 0,15,  0,3  dan  0,57  ml/kg  BB  tikus  yang  dibandingkan  dengan  kontrol  negatif  dan  kontrol  normal selama 7 hari dengan pengamatan pada hari ke-0, 1,3, 5 dan 7.  Luas area luka sayat diukur dengan menggunakan program  Macbiophotonic Image J.  Analisis statistik  dilakukan dengan program  SPSS For Windows 17.0 menggunakan One Way ANOVA dan Post Hoc Test-Tukey HSD. Hasil analisis data menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada hari ke-5 dan hari ke-7 (p < 0,05) antara tiap kelompok uji. Hal ini menunjukkan bahwa pemberian fase minyak ekstrak ikan toman secara oral memiliki  efek  penyembuhan  luka  sayat.  Dosis  0,57  ml/kg  BB  memiliki  efek  penyembuhan  luka terbaik dengan rata-rata persentase 93,19% dibandingkan dengan dosis 0,3 ml/kg BB (87,30 %) dan dosis 0,15 ml/kg BB tikus (79,43%).
Kata kunci: Ekstrak Ikan toman, fase minyak, luka sayat, asam lemak
Penulis: Afrian Rahmanda, Mohammad Andrie, Sri Luliana
Kode Jurnal: jpfarmasidd140043

Artikel Terkait :