OPTIMASI SABUN CAIR ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL RIMPANG JAHE MERAH (Zingiber officinale var. rubrum) VARIASI VIRGIN COCONUT OIL (VCO) DAN KALIUM HIDROKSIDA (KOH) MENGGUNAKAN SIMPLEX LATTICE DESIGN

Abstrak: Sabun cair dengan zat antibakteri dapat membantu mencegah infeksi bakteri patogen seperti Staphylococcus  aureus  dan  Eschericia  coli  yang  merupakan  penyebab  penyakit  kulit  dan  diare.Rimpang jahe merah merupakan salah satu bahan alam yang berpotensi sebagai zat antibakteri pada sabun dan juga terbukti memiliki aktivitas antibakteri. Sabun terbentuk dari hasil reaksi antara asam lemak dan alkali sehingga kualitas sabun  juga ditentukan oleh kesempurnaan  reaksi  tersebut.  Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui komposisi optimum  Virgin Coconut Oil (VCO)  dan  Kalium  Hidroksida  (KOH)  menggunakan  metode  Simplex  Lattice  Design  (SLD)  dansifat  fisikokimia  sabun  cair  yang  dihasilkannya.  Ekstraksi  dilakukan  dengan  metode  sokletasi menggunakan  etanol  96%.  Hasil  pengujian  antibakteri  ekstrak  menunjukkan  bahwa  konsentrasi optimumnya adalah 50 mg/mL. Sabun yang diformulasikan dengan variasi VCO dan KOH memiliki rentang bobot jenis 0,955-1,045; viskositas 0,3-2,1; pH 9,366-10,566; dan alkali bebas 7,48x10-5-1,664x10-2%.  Komposisi  VCO  dan  KOH  formula  optimum  hasil  prediksi  SLD  adalah  27,726% (26,386 g) VCO dan 72,275% (6,414 g) KOH. Sabun formula optimum yang diuji memiliki bobot jenis 1,03148; viskositas 0,723; pH 10,066; dan  kandungan  alkali bebas 0,0086%. Hasil uji beda menunjukkan bahwa sifat fisikokimia hasil pengujian tidak berbeda signifikan dengan hasil prediksi SLD  (p>0,05).  Aktivitas antibakteri formula optimum  juga  tidak berbeda signifikan dengan kontrol positif (p>0,05).
Kata kunci:  sabun cair, jahe merah, virgin coconut oil, kalium hidroksida, simplex lattice design
Penulis: Haris Fadillah, Bambang Wijianto, Andhi Fahrurroji
Kode Jurnal: jpfarmasidd140042

Artikel Terkait :