TOKSISITAS DAN KARAKTERISASI GUGUS FUNGSI DAUN SISIK NAGA (Drymoglossum piloselloides (L) Presl.)

ABSTRAK: Tujuan penelitian ini   yaitu menentukan LC50 ekstrak epifit daun sisik naga (Drymoglossum piloselloides  (L)  Presl)  menggunakan  metode  Brine  Shrimp  Lethality  Test  (BSLT)  dan mengetahui karakteristik gugus  fungsi  yang terdapat dalam ekstrak dan  fraksi paling toksik. Metode  yang  digunakan  dalam  penelitian  ini  yaitu  maserasi  dan  fraksinasi.  Pelaksanaan  uji toksisitas  menggunakan  metode  BSLT.  Hasil  uji  toksisitas  fraksi  paling  toksik  selanjutnya dilakukan  isolasi  senyawa  dengan  kromatografi  lapis  tipis  (KLT),  kemudian  ditentukan karakteristik gugus fungsinya dengan spektrofotometer Fourier Transform Infra Red (FTIR). Hasil penelitian menunjukkan fraksi paling toksik mempunyai nilai LC50 sebesar 15,71 ppm yang  berpotensi  sebagai  anti  kanker.  Hasil  isolasi  dari  fraksi  paling  toksik  didapat  paling sedikit  tujuh  senyawa,  hasil  identifikasi  dengan  spektrofotometer  FTIR  diduga  fraksi  ini mengandung  gugus  fungsi  amina  dan  amida  (N-H),  fenol,  monomer  alkohol,  alkohol  ikatan hydrogen (O-H), alkana dan alkena (C-H), aldehida, keton, asam karboksilat dan ester (C=O), alkohol, eter, asam karboksilat dan ester (C-O). 
Kata kunci: Toksisitas, Karakterisasi, Fraksinasi, Daun Epifit Sisik Naga
Penulis: Frengky Anri Bali, Fatimawali, dan Frenly Wehantouw
Kod Jurnal: jpfarmasidd140187

Artikel Terkait :