SKIZOFRENIA PARANOID PADA WANITA USIA 38 TAHUN

Abstrak: Skizofrenia adalah diagnosis kejiwaan yang menggambarkan gangguan mental  dengan  karakter  abnormalitas  dalam  persepsi  atau  gangguan  mengenai  realitas. Abnormalitas  persepsi  dapat  berupa  gangguan  di  kelima  panca  indera,  biasanya  berupa halusinasi  auditorik,  paranoid,  waham  bizarre,  dan  dapat  juga  berupa  disorganisasi berbicara  dan  gangguan  komunikasi  sosial  yang  nyata.  Kasus.  Ny.  N  umur  38  tahun datang dengan keluhan mengamuk  kepada keluarga dan masyarakat sekitar tanpa sebab yang jelas. Pasien  pernah dirawat di RSJP Lampung 2 tahun yang lalu dengan keluhan serupa.  Pemeriksaan  fisik  didapatkan  tekanan  darah  120/80  mmHg,  nadi  76  x/m,  laju napas  18  x/m,  suhu  37,10C.  Status  psikiatrikus  didapatkan  kesadaran  jernih,  insight buruk, thought broadcasting,  afek tumpul, halusinasi auditorik, visual, olfaktorik ataupun taktil, diikuti waham kendali, curiga, dan kejar.  Diagnosis  aksis I: skizofrenia paranoid, aksis II dan III: tidak ada, aksis IV: masalah keluarga, aksis V: GAF HLPY = 50-41, GAF Current  = 60-51. Terapi psikofarmaka yaitu  chlorpromazine  tab  1 x 100 mg,  haloperidol tab 3 x 5 mg, dan  trihexyphenidyl 3 x 2 mg,  serta psikoterapi yaitu support.  Simpulan. Skizofrenia  paranoid  pasien  ini  disebabkan  masalah  keluarga  yakni  pernikahan  beda agama.
Kata kunci: halusinasi, skizofrenia paranoid, waham, wanita
Penulis: Roi Holan Ambarita
Kode Jurnal: jpkedokterandd140130

Artikel Terkait :