GLAUKOMA KONGENITAL
Abstrak: Glaukoma
kongenital primer merupakan
glaukoma kongenital yang sering
terjadi dan gangguan
mata yang menyumbang
0,01-0,04% dari kebutaan
total.Kasus. An. L, 15 tahun keluhan kedua mata sangat kabur, mata merah
dan nyeri sejak 8 tahun SMRS disertai dengan kedua mata membesar, sering berair
dan penglihatan silau serta nyeri kepala pada kedua sisi yang hilang
timbul. Status generalis pasien
didapatkan kepala, hidung, mulut, leher, dada (jantung dan paru) pasien dalam
batas normal. Status lokalis kedua mata membesar, sering berair, penglihatan silau, nyeri kepala pada kedua sisi yang
hilang timbul, adik
pasien juga mengalami
keluhan yang sama
sejak usia 5 tahun,
penurunan visus, tensio oculi/
palpasi ODS, bulbus
oculi buffalo eye,
buftalmus (+), blue sclera (+)
ODS, injeksi konjungtiva (+), injeksi
siliar (+), injeksi episklera (+) ODS, kornea diameter membesar, edema, dan
keruh ODS, COA dalam dan keruh ODS, pupil irreguler dan tidak bulat, eksentrik, reflek cahaya (-). Diagnosis
glaukoma juvenile kongenital
primer. Pasien ditatalaksana
dengan Timolol 0,5%,
Pilocarpine 0,5%, Asetazolamide, KSR,
Ibuprofen. Pembedahan dengan
trabekulotomi. Simpulan. Glaukoma kongenital
primer terjadi akibat
terhentinya perkembangan struktur
sudut kamera anterior pada usia janin sekitar 7 bulan.
Penulis: Shitrai Eunice
Kode Jurnal: jpkedokterandd140131