Rasionalitas Penggunaan Antibiotik di Salah Satu Rumah Sakit Umum di Bandung Tahun 2010
Abstrak: Penggunaan antibiotik
yang tidak tepat karena intensitas penggunaan antibiotik yang relatif tinggi
dapat menimbulkan berbagai permasalahan dan ancaman global bagi kesehatan
terutama resistensi bakteri terhadap antibiotik. Penelitian ini bertujuan untuk
menetapkan jumlah dan pola penggunaan antibiotik pada pasien di salah satu
rumah sakit pemerintah di Kota Bandung. Metode penelitian dilakukan secara deskriptif
dengan pengambilan data secara retrosfektif. Data penggunaan antibiotik pada
tahun 2010 diperoleh dari rekapitulasi pengeluaran instalasi farmasi dari bulan
Januari–Desember 2010. Pengambilan data dilakukan dari bulan Juni–Juli 2011 di
salah satu rumah sakit umum pemerintah tipe B. Data yang diperoleh kemudian
diolah dan diklasifikasikan. Pengolahan data penggunaan antibiotik dilakukan dengan
metode ATC/DDD dan segmen DU 90%. Hasil penelitian penggunaan antibiotik pada
tahun 2010 adalah 95719,01 DDD. Antibiotik yang masuk pada segmen DU 90% ada 5
golongan (penisilin, sefalosporin, kuinolon, makrolida dan sulfonamida). Pola
penggunaan antibiotik pada caturwulan ke-1 yang memenuhi segmen DU 90% yaitu
penisilin, sefalosforin, kuinolon, dan makrolida. Pada caturwulan ke-2 dan
caturwulan ke-3 ada lima golongan
antibiotik yang masuk dalam segmen DU 90% yaitu penisilin, sefalosforin,
kuinolon, makrolida, dan sulfonamida. Penelitian menyimpulkan bahwa pada
caturwulan ke-1 hingga caturwulan ke-3 terjadi peningkatan persentase
penggunaan dan jumlah golongan antibiotik yang masuk ke dalam segmen DU 90%.
Penulis: Mally G. Sholih,
Ahmad Muhtadi, Siti Saidah
Kode Jurnal: jpfarmasidd150006