PERSEPSI DAMPAK UJIAN DENGAN MCQ TERHADAP PROSES BELAJAR MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN
ABSTRAK: Penggunaan multiple choice question (MCQ –
soal pilihan berganda) sebagai metode untuk menguji pencapaian hasil akhir
belajar saat ini sudah sangat luas. MCQ sebagai instrumen penilaian dapat
menimbulkan dampak pembelajaran, baik yang diharapkan maupun tidak diharapkan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berbagai dampak struktur, isi,
informasi dan regulasi ujian dengan MCQ terhadap proses belajar mahasiswa FK UNHAS.
Metode: Penelitian ini adalah survei deskriptif. Subjek adalah 505
mahasiswa FK Unhas fase akademik, yang terdiri dari angkatan 2010, 2011 dan
2012. Penyusunan instrumen penelitian didahului preliminary study untuk
mengeksplorasi berbagai dampak pembelajaran dari metode MCQ. Berdasarkan studi
tersebut disusun kuesioner yang berisi 92 item kemungkinan dampak pembelajaran
menggunakan rating scale. Selain itu juga mengukur tanggapan mandiri (free response).
Selanjutnya jawaban mahasiswa dikelompokkan menjadi 2 kelompok, yaitu dampak
yang diharapkan dan yang tidak diharapkan.
Hasil: Struktur, isi, informasi dan regulasi dari soal berbentuk MCQ
dapat menghasilkan dampak yang diharapkan seperti belajar dari berbagai sumber
(74.4%), belajar secara berkelompok (96.2%), membuat mind mapping (37.9%) dan
mendiskusikan kembali materi yang telah diujikan (96.2%). Adapun dampak yang
tidak diharapkan berupa menjawab dengan menebak-nebak saja (44.8%), belajar
soal saja (93.5%), menyontek (33.7%) atau memotret soal ketika ujian (38.2%).
Kesimpulan: Dampak pembelajaran yang tidak diharapkan dapat muncul pada
soal MCQ yang secara struktur mengandung item flaws, yang isinya hanya menguji
memorisasi, bukan aplikasi dari suatu ilmu, dan informasi soal yang tidak
lengkap. Regulasi berupa ujian sumatif, akan mendorong mahasiswa mempersiapkan
diri lebih sungguh-sungguh dibandingkan ujian formatif.
Penulis: Irwin Aras, Gandes
Retno Rahayu, Yayi Suryo Prabandari
Kode Jurnal: jpkedokterandd140011