PERILAKU PENCEGAHAN INFEKSI OLEH PEMBERI JASA SALON (KAPSTER) DI WILAYAH KOTA SEMARANG
ABSTRAK: Penyakit infeksi
menempati urutan teratas penyebab kesakitan dan kematian di negara berkembang,
termasuk Indonesia. Indonesia timur merupakan daerah yang paling tinggi
penyebaran infeksinya. Infeksi hepatitis B, merupakan penyebab kematian pada
urutan ke sembilan di Indonesia. Penyebab penyakit infeksi itu adalah fasilitas
kesehatan yang kurang memadai, perilaku seks yang tidak aman dan tidak
bertanggungjawab, bergantian menggunakan jarum pada pengguna narkoba, dan
perilaku pemberi jasa salon yang kurang memahami upaya pencegahan infeksi.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku pencegahan infeksi kapster
di wilayah Kota Semarang. Penelitian ini adalah penelitian analitik dengan
pendekatan Cross sectional, dengan variabel bebas umur, pendidikan, pengetahuan,
sikap, sarana prasarana, dukungan atasan, dan sikap teman. Variabel terikat
adalah perilaku dalam pencegahan infeksi. Populasi dalam penelitian ini adalah
seluruh kapster di kota Semarang (502 orang). Sampel sebanyak 50 orang kapster
diambil dengan purposive sampling. Analisis data univariat menggunakan
distribusi frekuensi, untuk analisis bivariat menggunakan chi square dan
analisis multivariat menggunakan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukan
ada hubungan antara umur dengan perilaku pencegahan infeksi, pendidikan dengan
perilaku pencegahan infeksi, sikap teman dengan perilaku pencegahan infeksi.
Variabel pengetahuan, sikap, dukungan atasan dan sarana pra sarana tidak
berhubungan dengan perilaku pencegahan infeksi. Hasil analisis multivariat
terhadap umur, pendidikan dan sikap teman menunjukkan bahwa faktor yang paling
berpengaruh terhadap perilaku pencegahan infeksi adalah sikap teman dengan
nilai p = 0,0002 dengan OR 45,5. Pemilik salon disarankan untuk menyediakan
alat-alat salon yang dipakai sesuai dengan kebutuhan/jumlah pelanggan, dan
mengajarkan pada kapster untuk selalu melakukan upaya pencegahan infeksi
seperti menggunakan schort, sarung tangan dan lain-lain agar tidak tertular
penyakit infeksi oleh pelanggan.
Penulis: Tri Wiji Lestari,
Nina Indriyawati, Elisa Ulfiana
Kode Jurnal: jpkedokterandd130432