PENGARUH PEMBERIAN MADU TERHADAP KADAR MALONDIALDEHYDE (MDA) PLASMA DARAH PADA TIKUS YANG DIINDUKSI ALLOXAN STUDI EXPERIMENTAL PADA TIKUS PUTIH JANTAN GALUR WISTAR
ABSTRAK: Malondialdehid (MDA)
merupakan hasil peroksidasi lipid dan menjadi penanda dari radikal bebas. Madu
merupakan pemanis yang aman terbukti menurunkan kadar glukosa darah serta
memiliki kandungan flavonoid, Vitamin A, C, E sebagai sumber antioksidan yang
mampu menangkap radikal bebas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
pengaruh pemberian madu terhadap kadar MDA plasma darah pada tikus yang
diinduksi alloxan. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan post
test only control group design dilakukan selama 25 hari menggunakan 18 ekor
tikus putih jantan galur wistar yang dibagi 3 kelompok secara random. Kelompok
A kontrol negatif, kelompok B pemberian madu secara peroral dosis 0,54
ml/ekor/hari, dan kelompok C pemberian madu secara peroral dosis 0,9
ml/ekor/hari. Masing-masing kelompok terdiri dari 6 ekor tikus. Kadar MDA
plasma darah diperiksa dengan metode Thiobarbituric Acid Reactive Substance
(TBARs) assay. Analisis statistik dengan uji One way anova dilanjutkan uji Post
hoc. Hasil penelitian menunjukan rerata kadar MDA pada kelompok A, B, dan C
masing-masing adalah 6,02 mmol/l ± 0,36, 4,37 mmol/l ± 0,30, dan 1,12 mmol/l ±
0,11. Analisis bivariat uji One way anova menunjukkan perbedaan yang signifikan
(p<0,05). Uji Post hoc menunjukkan perbedaan yang signifikan antar kelompok
penelitian (p<0,05). Pemberian madu berpengaruh terhadap kadar
malondialdehid (MDA) plasma darah pada tikus yang diinduksi alloxan.
Penulis: Bela Risqiyani
Fajrilah, Ulfah Dian Indrayani, Qathrunnada Djam’an
Kode Jurnal: jpkedokterandd130431