PERBEDAAN KEMAMPUAN MEMORI KERJA PADA TIKUS PASCA PAPARAN GELOMBANG ELEKTROMAGNETIK DARI HANDPHONE SELAMA 14 HARI
ABSTRACT: Penggunaan handphone
sudah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat. Hal ini merupakan sebuah ancaman serius untuk
kesehatan manusia. Paparan gelombang Elektromagnetik (EM) dapat menyebabkan
gangguan pada otak manusia baik pada struktur, fungsi maupun aspek
biokimiawinya. Stres akibat paparan gelombang EM dapat mengganggu fungsi
memori. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya perbedaan
nilai memori kerja pada tikus putih
(Rattus norvegicus) jantan galur Sprague dawley. Pada penelitian ini
digunakan 18 ekor tikus putih (Rattus norvegicus) galur Sprague dawley, berusia
2-3 minggu dibagi ke dalam 3 kelompok,
yaitu kelompok kontrol (K), kelompok perlakuan 1 (P1) dipaparkan dengan
gelombang EM dari handphone 1 jam/hari (P1), dan P2 dipaparkan dengan durasi 3
jam/hari selama 14 hari. Pengujian memori kerja menggunakan radial arm maze.
Hasil rerata memori kerja pada masing-masing kelompok adalah sebagai berikut K:
2%, P1: 1,33%, P2: 2,33%. Dari hasil analisa One Way ANOVA didapatkan nilai
p=0,55 (p>0,05). Simpulan, paparan gelombang EM handphone selama 14 hari
tidak mempengaruhi kemampuan memori kerja tikus putih (Rattus norvegicus) jantan galur Sprague
dawley.
Penulis: Anggraeni Janar
Wulan, Rekha Nova Iyos, Muhammad Aditya
Kode Jurnal: jpkedokterandd150175