PENGARUH HERBISIDA PARAQUAT DICHLORIDA ORAL TERHADAP DERAJAT KERUSAKAN PADA ESOFAGUS TIKUS
ABSTRACT: Penggunaan herbisida
di Indonesia terutama di sektor pertanian akhir−akhir ini ternyata semakin
meningkat. Paraquat merupakan salah satu bahan aktif herbisida jenis gramoxone
yang merupakan jenis herbisida yang paling banyak digunakan. Penggunaan
paraquat dengan sembarangan dapat merusak berbagai macam organ termasuk traktus
gastrointestinal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya
efek paparan herbisida golongan paraquat diklorida terhadap gambaran
histopatologi esofagus tikus putih
(Rattus norvegicus) jantan galur Sprague dawley. Penelitian ini adalah
penelitian eksperimental laboratorik dengan desain post test only control group
design. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 25 ekor tikus yang terbagi
kedalam 5 kelompok. K merupakan kelompok kontrol yang diberi akuades, P1 yang diberi paraquat 25 mg/KgBB, P2 yang
diberi paraquat 50 mg/KgBB, P3 yang diberi paraquat 100 mg/KgBB dan P4 yang
diberi paraquat 200 mg/KgBB. Data penelitian dianalisis dengan menggunakan uji
One Way ANOVA dan uji alternatifnya yaitu uji Kruskal Wallis. Sedangkan untuk
melihat keeratan hubungan antar variabelnya digunakan uji Man Whitney. Hasil
penelitian menunjukan ada pengaruh pemberian herbisida golongan paraquat
diklorida per−oral terhadap gambaran histopatologi esofagus tikus putih (Rattus
norvegicus) jantan galur Sprague dawley
(p=0,002). Hasil penelitian juga menunjukan ada pengaruh peningkatan dosis
herbisida golongan paraquat diklorida terhadap derajat kerusakan esofagus tikus
putih (Rattus norvegicus) jantan galur Sprague dawley. Simpulan, terdapat
pengaruh herbisida paraquat dichlorida oral terhadap derajat kerusakan pada
esofagus tikus.
Penulis: Indri Windarti, Muhartono,
I Gede Eka Widayana
Kode Jurnal: jpkedokterandd150174