FAKTOR RISIKO POLA MAKAN DAN HUBUNGANNYA DENGAN PENYAKIT JANTUNG PADA PRIA DAN WANITA DEWASA DI PROVINSI LAMPUNG
ABSTRACT: Penyakit jantung
adalah penyebab utama kematian di seluruh dunia termasuk Indonesia. Perubahan
gaya hidup seperti pola makan yang menjurus ke sajian siap santap yang tidak
sehat dan tidak seimbang karena mengandung kalori, lemak, protein, dan garam
tinggi tapi rendah serat pangan disinyalir menjadi faktor risiko meningkatnya
prevalensi penyakit jantung. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis faktor
risiko pola makan dan hubungannya dengan penyakit jantung pada pria dan wanita
dewasa di Provinsi Lampung. Penelitian ini menggunakan disain penelitian
cross-sectional. Penelitian ini menganalisis
faktor risiko pola makan yang berhubungan dengan penyakit jantung antara
lain kebiasaan konsumsi sayur dan buah, kebiasaan konsumsi makanan berlemak,
kebiasaan makanan asin, kebiasaan konsumsi alkohol pada pria dan wanita dewasa
di Provinsi Lampung. Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data
sekunder yang diambil dari data Riset Kesehatan Dasar 2007 Provinsi Lampung
oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Kementerian Kesehatan
Indonesia. Prevalensi penyakit jantung pada pria dan wanita dewasa di Provinsi
Lampung adalah 3,8 %. Terdapat hubungan antara konsumsi makanan asin dengan
penyakit jantung (OR=1,17). Tidak terdapat hubungan antara riwayat konsumsi
alkohol dalam 12 bulan terakhir dengan penyakit jantung (p=0,226). Didapatkan
konsumsi sayur dan buah merupakan faktor protektif terhadap penyakit jantung
(OR=0,83). Simpulan, penderita jantung Provinsi Lampung harus memperhatikan
pola makan meliputi mengurangi konsumsi makanan asin dan meningkatkan konsumsi
sayur dan buah. [JuKe Unila 2015; 5(9):18-22]
Penulis: Reni Zuraida
Kode Jurnal: jpkedokterandd150176