PENINGKATAN KOMPETENSI MANAJEMEN ASFIKSIA BAYI BARU LAHIR MELALUI METODE COOPERATIVE LEARNING
ABSTRAK: Manajemen asfiksia
bayi baru lahir merupakan salah satu kompetensi pokok bada profesi bidan. Perlu
ditingkatkan kualitas pembelajarannya dengan menerapkan metode pembelajaran
yang lebih interaktif. Metode cooperative learning banyak dipakai untuk
meningkatkan efektifitas proses pembelajaran klinik. Penelitian ini bertujuan
untuk membandingkan metode cooperative learning dibandingkan metode
teacher-centered untuk meningkatkan kompetensi manajemen asfiksia bayi baru
lahir pada mahasiswa akademi Kebidanan.
Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuasi eksperimental dengan
rancangan control group pre-test and post-test. Sampel dalam penelitian ini
adalah mahasiswa semester III di Stikes A. Yani Yogyakarta. Sampel berjumlah 80
mahasiswa pada kelompok cooperative learning dan 90 mahasiswa pada kelompok
teacher-centered learning.
Hasil: Penelitian menunjukkan terdapat kenaikan skor pengetahuan pada
metode cooperative learning dibandingkan metode teacher-centered learning
(p=0,002). Kenaikan sikap lebih tinggi pada metode cooperative learning
dibanding pada metode teacher-centered learning (p=0,001). Untuk ranah
keterampilan metode cooperative learning meningkatkan skor sedikit di atas
teacher-centered learning dan tidak bermakna (p=0,671). Kompetensi berhasil meningkat
secara bermakna pada cooperative learning dibandingkan teacher-centered
learning (p=0,027). Korelasi antara kompetensi dan metode pembelajaran lemah (rpbi=0,134
; p=0,041).
Kesimpulan: Metode cooperative learning terbukti dapat meningkatkan
pengetahuan dan sikap mahasiswa. Ranah keterampilan dalam penelitian ini
memperlihatkan tidak ada perbedaan antara kedua kelompok. Metode cooperative learning
terbukti meningkatkan kompetensi mahasiswa dalam melakukan manajemen asfiksia
bayi baru lahir, meskipun korelasinya lemah.
Penulis: Reni M. Kusuma, Anita
D. Anwar, Dwi Prasetyo
Kode Jurnal: jpkedokterandd140008