PENGELOLAAN TEMPAT PEMROSESAN AKHIR SAMPAH KABUPATEN JOMBANG DAN KESEHATAN LINGKUNGAN SEKITARNYA
Abstrak: Keberadaan TPA dapat
menurunkan kualitas tanah, air, dan udara serta menjadi tempat berkembangnya vektor
penyakit. Penelitian ini dilakukan untuk mempelajari pengelolaan TPA sampah
Kabupaten Jombang dan kesehatan lingkungan sekitarnya. Penelitian ini merupakan
penelitian lapangan bersifat observasional dengan rancangan cross-sectional dan
dianalisis secara deskriptif. Sampel penelitian adalah semua pekerja TPA sampah
sebanyak 6 petugas serta 30 responden yang tinggal di sepanjang jalan yang dilalui
oleh truk kendaraan operasional pengangkut sampah. Pengambilan sampel dilakukan
secara purposif. Hasil laboratorium pengukuran kualitas udara ambien (< 0,05
ppm) dengan parameter NOx di TPA telah melebihi baku mutu udara ambien (>
0,05 ppm) dan di tempat tinggal responden masih di bawah baku mutu udara ambien
(< 0,05 ppm) menurut Peraturan Gubernur Jawa Timur No. 39 Tahun 2008 (<
0,05 mg/L). Pengukuran kualitas air sumur di tempat tinggal responden dengan
parameter Klorida (Cl) dan Timbal (Pb) masih berada di bawah batas aman air
bersih menurut Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 416 Tahun 1990. Hasil
pengukuran tingkat kepadatan lalat pada tiga lokasi di tempat tinggal penduduk masih
rendah (0–3 lalat) sedangkan di TPA pada satu lokasi masih rendah (0–3 lalat)
dua lokasi pengukuran tingkat kepadatan lalatnya 3–5 lalat dan tiga lokasi
lainnya sangat tinggi > 20 lalat. TPA sampah Kabupaten Jombang dinilai baik
untuk kategori kota sedang dan kecil, berdasarkan pada Pedoman Pelaksanaan
Adipura Tahun 2007. Sebagian masyarakat telah memiliki prasarana dasar, sarana
penunjang, prasarana dan sarana utama, sarana pencegahan dan pengendalian
pencemaran, sampah pada zona aktif, pengaturan lahan, penimbunan/pengisian
sampah dan penutupan sampah dengan tanah. Terdapat penduduk sekitar yang
mengalami gangguan kesehatan akibat keberadaan vektor penyakit.
Penulis: Linda Fidiawati
danSudarmaji
Kode Jurnal: jpkesmasdd130344