HUBUNGAN ANTARA KEPEMILIKAN JAMBAN DENGAN KEJADIAN DIARE DI DESA KARANGAGUNG KECAMATAN PALANG KABUPATEN TUBAN
Abstrak: Berdasarkan data
tahun 2008 dari Dinas Kesehatan Kabupaten Tuban Puskesmas Palang memiliki angka
kejadian diare paling tinggi sebesar 1.956 jiwa dari jumlah penduduk sebesar
42.876 jiwa (4,56%). Desa paling tinggi angka kejadian diare di wilayah kerja
Puskesmas Palang adalah Desa Karangagung sebesar 543 jiwa dari jumlah penduduk
8.545 jiwa (6,36%). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan
kepemilikan jamban dengan kejadian diare. Penelitian ini dilaksanakan dengan
rancangan cross sectional. Observasi dan pengisian kuesioner pada 100
responden. Cara pengambilan sampel dengan menggunakan acak sistematis. Variabel
bebas terdiri dari kepemilikan jamban dan pemanfaatan, variabel terikat adalah
kejadian diare serta variabel moderator meliputi sanitasi makanan, penyediaan
air bersih, penyediaan air minum, penanganan sampah, pengendalian lalat, dan
personal hygiene, serta pendidikan, pekerjaan dan pengetahuan. Dalam penyajian
data menggunakan interprestasi tabel dan uji chi-square untuk membuktikan
kebenaran hipotesis. Dari hasil uji chi-square terhadap hubungan kepemilikan
jamban dengan kejadian diare di Desa Karangagung Kecamatan Palang Kabupaten
Tuban menghasilkan signifikan dengan p = 0,004 sedangkan yang digunakan adalah
5% atau 0,05. Jadi 0,05 > 0,004 berarti H0 ditolak. Kesimpulannya adalah
adanya hubungan antara kepemilikan jamban dengan kejadian diare di Desa
Karangagung Kecamatan Palang Kabupaten Tuban. Oleh sebab itu partisipasi masyarakat
terhadap kepemilikan jamban perlu ditingkatkan melalui kegiatan penyuluhan dan
bagi yang memiliki jamban diberikan penyuluhan agar jamban yang dimilikinya
dimanfaatkan dengan baik.
Penulis: Dya Candra MS
Putranti danLilis Sulistyorini
Kode Jurnal: jpkesmasdd130345