KANDUNGAN BESI (FE) PADA AIR SUMUR DAN GANGGUAN KESEHATAN MASYARAKAT DI SEPANJANG SUNGAI PORONG DESA TAMBAK KALISOGO KECAMATAN JABON SIDOARJO
Abstrak:Air tanah adalah air
hujan atau air permukaan yang meresap ke dalam tanah dan batu-batuan, kemudian
air tersebut tersimpan di dalam tanah. Besi yang terakumulasi dalam tubuh
mereka mengakibatkan beberapa penyakit ang mematikan, seperti: kanker hati dan
diabetes. Menurut data pengukuran kualitas air, kadar besi (Fe) yang terkandung
dalam lumpur Lapindo adalah sebesar 22,416–25,434 mg/l. Sedangkan kandungan
besi (Fe) dalam air sumur adalah sebesar 1,69–3,12 mg/l (Baku Mutu = 0,3 mg/l).
Tujuan penelitian ini adalah mempelajari kandungan besi (Fe) pada air minum
yang bersumber dari air sumur penduduk akibat dari dampak pembuangan lumpur
lapindo di Sungai Porong dan gangguan kesehatan masyarakat. Rancangan
penelitian ini adalah observational, dan merupakan penelitian cross sectional.
Lokasi penelitian adalah Kecamatan Jabon Kabupaten Sidoarjo. Populasi
penelitian ini adalah air sumur gali dan Ibu rumah tangga, diambil sampel ibu
rumah tangga sebab mereka lebih banyak beraktivitas dalam rumah, sehingga air
yang mereka minum adalah air sumur. Sampel diambil secara teknik total
sampling. Pengumpulan data dengan wawancara menggunakan kuesioner. Untuk
mengetahui kandungan besi (Fe) dalam air sumur dan keluhan masyarakat,
dilakukan pengambilan air sumur untuk diuji di Laboratorium. Hasil penelitian dan
pengujian laboratorium menunjukkan bahwa rata-rata kandungan Fe dalam air sumur
penduduk sebesar 0,074 ± 2,128 mg/l (Baku Mutu = 0,3 mg/l). Kesimpulan yang
didapat dari penelitian ini adalah semakin jauh jarak sumur dari sumber luapan
lumpur Lapindo maka kandungan Fe dalam air sumur akan semakin kecil.
Penulis: Tika Arifani Putri
danRirih Yudhastuti
Kode Jurnal: jpkesmasdd130346