Pengaruh Pengetahuan, Sikap, dan Perilaku Perawat tentang Flebotomi terhadap Kualitas Spesimen Laboratorium
ABSTRAK: Kesalahan pra-analitik
memberikan kontribusi paling
besar pada kesalahan
di laboratorium (46-77,1%).
Pelaksanaan pengambilan spesimen (flebotomi) yang tidak tepat, kurangnya
pengetahuan dan ketidakpatuhan dari petugas flebotomi dilaporkan sebagai
penyebab kesalahan pra-analitik
yang berhubungan dengan
kualitas spesimen. Penelitian
ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan, sikap, dan perilaku perawat
tentang tindakan flebotomi serta pengaruhnya terhadap kualitas
spesimen. Penelitian ini
merupakan penelitian observasional
analitik dengan pendekatan
cross sectional. Populasi
penelitian adalah 129 orang
perawat pelaksana di
Instalasi Rawat Inap RSUD Kabupaten Jombang dengan masa kerja minimal 1 tahun
dipilih secara acak. Pengetahuan dan sikap responden tentang tindakan flebotomi
diukur menggunakan kuesioner. Perilaku dan kualitas spesimen diukur melalui
observasi dan wawancara. Analisis data yang digunakan adalah korelasi Spearman,
independent sample t-test, dan multiple logistic regression. Terdapat korelasi positif
yang bermakna antara pengetahuan perawat dan kualitas spesimen (r=0,190;
p=0,031). Tidak terdapat perbedaan bermakna rata-rata skor sikap perawat tentang flebotomi berdasarkan kualitas
spesimen laboratorium (p=0,698) dan tidak terdapat
korelasi antara perilaku
perawat dan kualitas
spesimen (r=0,017; p=0,846).
Pengetahuan, sikap, dan perilaku
perawat tidak berpengaruh
terhadap perubahan kualitas
spesimen, diduga faktor
peralatan yang digunakan untuk flebotomi memiliki peran
dalam penentuan kualitas spesimen. Peningkatan pengetahuan, mempertahankan
sikap positif, memperbaiki sikap negatif serta merevisi SPO pengambilan darah
perlu dilakukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan.
Penulis: Eky Indyanty WL,
Harun Al Rasyid, Armanu Thoyib
Kode Jurnal: jpkedokterandd150154