PENGARUH PEMBERIAN ASPARTAM TERHADAP KADAR GLUKOSA DARAH TIKUS DIABETES MELITUS DIINDUKSI ALOKSAN

Abstrak: Aspartam merupakan gula pengganti rendah kalori yang sering dikonsumsi oleh pengidap diabetes, tetapi keamanannya masih kontroversi. Intensitas rasa manis aspartam yang tinggi diduga dapat menurunkan kadar glukosa darah. Penelitian lain menyebutkan hasil metabolisme aspartam berupa asam aspartat dan fenilalanin dapat menjadi prekursor glukosa melalui glukoneogenesis. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui pengaruh pemberian aspartam terhadap kadar glukosa darah tikus diabetes melitus diinduksi aloksan. Penelitian ini adalah penelitian eksperimental dengan post-test only control group design. Sampel penelitian ini terdiri dari 20 ekor tikus Wistar jantan yang dibagi menjadi kelompok kontrol negatif (KN), kontrol positif (KP), perlakuan 1 (P1), perlakuan 2 (P2). Aloksan 150 mg/kgBB diinduksikan pada kelompok KP dan P2, aspartam 315 mg/kgBB diberikan pada kelompok P1 dan P2 selama 4 minggu. Kadar glukosa darah puasa diukur setelah 4 minggu menggunakan spektrofotometer. Hasil penelitian ini didapatkan rerata kadar glukosa darah puasa kelompok KN (88,39 mg/dL), KP (134,11 mg/dL), P1 (93,95 mg/dL), dan P2 (66,66 mg/dL). Analisis data dengan Uji ANOVA nilai p= 0,000 (p<0,05), terdapat perbedaan kadar glukosa darah puasa yang bermakna pada semua kelompok. Keimpulan penelitian ini adalah terdapat pengaruh pemberian aspartam terhadap penurunan kadar glukosa darah puasa tikus diabetes melitus diinduksi aloksan.
Kata kunci: aspartam, kadar glukosa darah, diabetes melitus, aloksan
Penulis: Ega Purnamasari R.D, Eti Yerizel, Efrida
Kode Jurnal: jpkedokterandd140088

Artikel Terkait :