Pengaruh Imunoterapi, Probiotik dan Jinten Hitam terhadap CD4 IFN, Eosinofil, dan Skor Asma
ABSTRAK: Mekanisme patofisiologi
asma terjadi berdasarkan
proses inflamasi jalan
nafas yang dipicu
oleh limfosit T, dan
berhubungan dengan berlebihnya produksi sitokin tipe 2 relatif terhadap sitokin
tipe 1. Interferon-γ yang diproduksi oleh +sel CD4 merupakan antagonis IL-4 dan IL-5 yang
berperan dalam patofisiologi asma. Pada asma juga terjadi eosinofilia bronkial yang
merupakan penanda terjadinya
proses inflamasi pada
asma. Imunoterapi merupakan
salah satu pengobatan pada asma
yang menyebabkan pergeseran Th2 ke Th1 tetapi masih memliki beberapa
keterbatasan, sehingga perlu
penelitian baru mengenai
ajuvan seperti probiotik
dan jinten hitam
untuk meningkatkan efektivitas
dari imunoterapi. Tujuan dari
penelitian ini adalah
untuk mengetahui pengaruh
pemberian probiotik dan
jinten hitam +terhadap jumlah CD4
IFNγ, eosinofil dan perbaikan klinis pada anak asma yang mendapatkan
imunoterapi fase rumatan. Penelitian
ini merupakan penelitian
randomized clinical trial.
Sampel dibagi menjadi
4 kelompok (imunoterapi
dan plasebo, imunoterapi dan
probiotik, imunoterapi dan
jinten hitam, serta
imunoterapi, probiotik dan
jinten hitam). Parameter imunologis
diperiksa menggunakan flowcytometry
dan perbaikan klinis
dinilai menggunakan skor
ACT. +Penelitian ini menunjukkan tidak ada perbedaan bermakna dari CD4
IFNγ dan eosinofil darah jika dibandingkan antar 4 kelompok. Skor ACT
menunjukkan perbedaan yang signifikan sebelum dan sesudah perlakuan pada semua
kelompok. Dengan demikian, pemberian adjuvan probiotik atau jinten hitam,
maupun kombinasi keduanya dapat meningkatkan perbaikan klinis pada penderita
asma ringan, namun tidak menunjukkan perbedaan parameter imunologis antara lain
CD4+IFNγ dan eosinofil.
Penulis: Indira Ratih, Ery
Olivianto, Wisnu Barlianto, HMS Chandra Kusuma
Kode Jurnal: jpkedokterandd150152