EFEK EKSTRAK BUNGA KRISAN (Crhysanthemum morifollium) SEBAGAI OVICIDE TELUR Aedes Aegypti
Abstrak: DBD masih
menjadi salah satu
masalah kesehatan terbesar
di Indonesia selama
45 tahun terakhir. Pencegahan nyamuk Aedes
aegypti sebagai salah
satu vektor penyakit
DBD telah banyak
dilakukan dengan menggunakan insektisida sintetik.
Penggunaan insektisida sintetik
ternyata tidak aman
bagi penggunannya dan
menimbulkan resistensi
vektor, sehingga dibutuhkan
insektisida alami, salah
satunya adalah bunga
krisan (Chrysanthemum morifolium)
yang memiliki kandungan flavonoid dan
triterpenoid yang dapat menghambat daya
tetas telur. Tujuan penelitian ini adalah
untuk mengetahui efektifitas
ekstrak bunga krisan
sebagai ovisida Aedes
aegypti dan berapakah konsentrasi
optimum yang dapat
digunakan. Desain penelitian
yang digunakan adalah
eksperimental menggunakan
Rancangan Acak Lengkap
dengan empat kali
pengulangan dengan konsentrasi
0% sebagai kontrol negatif, 0,125%,
0,25%, 0,55 dan
1% dengan 500
telur Aedes aegypti.
Kemudian dilakukan penghitungan
setiap 6 jam selama tiga hari.Uji
Bivariat yang digunakan pada penelitian ini adalah uji Kruskal Wallis dengan
hasil p < 0,005. ED50 adalah sebesar 0,268% dan
ED99 adalah 2,277%.
Hasil penelitian ini
menunjukkan bahwa ekstrak
bunga krisan dapat digunakan
sebagai ovisida Aedes aegypti. Konsentrasi optimum yang dapat digunakan adalah
1%.
Penulis: Intan Mayangsari, Tri
Umiana , Liana Sidharti3),Betta Kurniawan
Kode Jurnal: jpkedokterandd150151