PENETAPAN KADAR SERAT TAK LARUT PADA MAKANAN KERIPIK SIMULASI (MEASURING CONCENTRATION OF INSOLUBLE FIBER IN SIMULATION CRISPY CHIPS)

ABSTRAK: Bekatul memiliki nilai gizi yang baik karena mengandung asam amino lisin, protein, lemak dan serat pangan yang bermanfaat bagi tubuh.
Tujuan: Memanfaatkan bekatul sebagai sumber serat pada keripik simulasi.
Metode: Bekatul yang digunakan diperoleh dari penggilingan padi di Desa Tanah Merah, Pasar V, kota Binjai. Keripik simulasi  dibuat dengan mensubstitusikan bekatul ke dalam tepung terigu dengan konsentrasi 0%, 3%, 6%, 9% dan 12%. Uji organoleptik dengan menggunakan skala hedonik diperoleh nilai kesukaan yang paling tinggi pada produk 3%. Ditetapkan kadar serat pada produk 0% sebagai kontrol dan rataan tertinggi produk 3% menggunakan metode analisis serat kasar (crude fiber) secara gravimetri.
Hasil: Kadar serat tak larut pada keripik simulasi tanpa penambahan bekatul dan dengan penambahan bekatul (3%) berturut-turut adalah sebesar 0,49% ± 0,02% dan 5,70% ± 0,26%. Hasil pengujian organoleptik pada taraf α = 0,05 terdapat perbedaan yang signifikan. Nilai kesukaan yang paling tinggi terhadap keripik simulasi dengan penambahan bekatul (3%) dengan rataan tertinggi, yaitu 3,48 ( paling tinggi 5), menggunakan skala hedonik.
Kesimpulan: Bekatul dapat dimanfaatkan sebagai sumber serat pada keripik simulasi.
Kata kunci: Bekatul, keripik simulasi, gravimetri, serat tak larut
Penulis: Mursalina, Siti Morin Sinaga, Jansen Silalahi
Kode Jurnal: jpfarmasidd120136

Artikel Terkait :