Penampilan Agro-Morfologi dan Parameter Genetik 12 Genotip Padi di Sawah Berpengairan Teknis
ABSTRACT: Penelitian untuk
mempelajari penampilan agro-morfologi dan parameters genetik
12 padi inbrida
di lahan sawah
beririgasi dilakukan di Giripeni, Kulon Progo, Yogyakarta, selama
musim hujan dari November 2011 sampai Februari 2012. Dua belas genotip
padi yaitu Inpari 1, Inpari 2, Inpari 3,
Inpari 4, Inpari 5, Inpari 6, Inpari 7, Ciherang, Dodokan, Silugonggo, Situ Bagendit, dan
IR64 ditata dalam
rancangan acak kelompok
dalam tiga ulangan. Bibit
berumur 15 hari ditanam secara legowo
4:1, dengan satu bibit per lubang
tanam, jarak tanam 25 x 12,5
x 50 cm,ukuran plot 5
x 10 m2.Balai Pengkajian
Teknologi Pertanian Yogyakarta (b_sutaryo@yahoo.com) Vol 17 No.1 Ilmu Pertanian 14
Saat aplikasi dan
dosis pemupukan adalah
sebagai berikut :1)
Tiga hari sebelum tanam
dengan memberikan 2 t ha-1organik,
2) Lima hari
setelah tanam dengan memberikan
300 kg ha-1Phonska, 3) Pada
21 hari setelah tanam dengan
memberikan 100 kg
Urea ha-1; dan
4) Pada 35
hari setelah tanam dengan
memberikan 100 kg
Urea ha-1. Data
menunjukkan bahwa Inpari 3,
Inpari 5 dan Inpari 1 masing-masing
menghasilkan 7,55; 7,44; dan 6,98
t/ha, dan secara
nyata lebih tinggi
dibandingkan dengan pembanding terbaik variety Ciherang (6,26 t/
ha ). Keragaman genetik yang luas ditemukan pada hasil gabah, jumlah malai per
rumpun, jumlah gabah isi per malai dan jumlah gabah total per malai. Nilai duga
heritabilitas yang tinggi ditemukan bobot
1000-butir, jumlah gabah
isi per malai,
jumlah gabah total
per malai, jumlah malai
per rumpun, tinggi
tanaman, dan umur
tanaman. Korelasi genetik dan
fenotypik antara jumlah gabah isi per malai dengan hasil gabah, jumlah gabah
total per malai
dengan hasil gabah,
dan jumlah malai
per rumpun dengan hasil gabah menunjukkan korelasi yang positip nyata.
Penulis: Bambang Sutaryo
Kode Jurnal: jppertaniandd140188