Karakter Fisiologis dan Hasil Pucuk Teh pada Beberapa Umur Pangkas Produksi dan Tinggi Tempat
ABSTRACT: Ketinggian tempat
di kebun, berpengaruh
terhadap proses fisiologis yang terjadi
pada tanaman teh
sehingga akan berdampak
terhadap penentuan waktu pangkas tanaman. Tujuan penelitian ini adalah
mempelajari prxses fisiologis pertumbuhan
pada beberapa umur
pangkas dan tinggi tempat
yang berbeda dan
mengetahui umur pangkas
optimum pada tinggi tempat
yang berbeda.Percobaan lapangan
menggunakan rancangan antar lokasi
(oversite) dilaksanakan pada
bulan Juli sampai
dengan November 2010 di
Kebun Teh Inti
PT Pagilaran Batang.
Percobaan terdiri dari
dua faktor, Tinggi tempat: 700-900 m dpl (T1), 900-1100 m dpl (T2),
1100-1350 m dpl (T3),
dan umur pangkas:
1 tahun setelah
pangkas (P1), 2
tahun setelah pangkas (P2),
3 tahun setelah
pangkas (P3), dan
4 tahun setelah pangkas (P4). Kombinasi masing-masing
perlakuan di ulang dalam 3 blok Data
hasil pengukuran dan
pengamatan pada parameter
fisiologis, pertumbuhan dan hasil pucuk yang diperoleh dianalisis dengan
sidik ragam berdasarkan Rancangan oversite
(multilokasi) jenjang 5%,
bila ada beda nyata
diteruskan dengan uji
jarak ganda Duncant jenjang
5%. Hasil bobot pucuk segar dan bobot pucuk kering
terendah pada umur pangkas 3 tahun, ditandai dengan hasil jumlah akumulatif
pucuk peko terendah dibanding umur pangkas 1,2 dan 4 tahun. Pada ketinggian
900-1100 m dpl dan 1100-1350 m dpl umur pangkas 3 tahun memiliki bobot pucuk
kering lebih tinggi dibanding umur
pangkas 1,2 dan 4 tahun. Pada umur pangkas 3 tahun diperoleh jumlah akumulatif pucuk
peko, lebih tinggi.
Penurunan produksi terjadi
pada umur pangkas 4
tahun, ditandai dengan
hasil akumulatif pucuk
peko, bobot per pucuk peko dan panjang internodia lebih
rendah.
Penulis: Retno Muningsih, Didik
Indradewa, Endang Sulistyaningsih
Kode Jurnal: jppertaniandd140189