MEROKOK DAN OKSIDASI DNA

ABSTRACT: Asap rokok terdiri atas campuran substansi-substansi kimia dalam bentuk gas dan partikel-partikel terdispersi. Sampai kini, telah berhasil diisolasi berbagai macam zat kimia hingga mencapai lebih dari 4000 senyawa pada asap rokok. Sebagian besar senyawa tersebut bersifat toksik bagi sel-sel tubuh kita. Substansi toksik dalam bentuk gas, yaitu berupa karbon monoksida (CO), hidrogen sianida (HCN), oksida nitrogen, serta zat kimia yang volatil seperti nitrosamin, formaldehid banyak terdapat dalam asap rokok. Selain mengandung bahan-bahan yang bersifat toksik, di dalam asap rokok terdapat juga zat-zat radikal bebas, di antaranya peroksinitrit, hidrogen peroksida, dan superoksida. Radikal bebas dalam asap rokok dapat mempercepat kerusakan seluler akibat stress oksidatif. Molekul target yang dirusak oleh radikal bebas adalah DNA, lemak dan protein. Kandungan kimia berbahaya dalam bentuk gas maupun volatil pada rokok menyebabkan terjadinya mutasi gen berkali-kali. Selanjutnya, kombinasi mutasi gen dan kerusakan DNA dapat menyebabkan ketidakstabilan genetik yang berakibat penyakit kanker. Kerusakan oksidatif DNA yang disebabkan oleh asap rokok dapat diidentifikasi melalui senyawa 8-oksoguanosin yang merupakan salah satu biomarker kerusakan oksidatif DNA. Kenaikan kadar 8-oksoguanosin dalam DNA mempunyai peranan penting dalam karsinogenesis dan pemicu sel tumor. pada perokok aktif, ditemukan adanya kenaikan kadar 8-oksoguanosin dalam jaringan paru-paru dan leukosit peripheral. Peningkatan kadar 8-oksoguanosin juga ditemukan pada perokok pasif yang terpapar asap rokok di tempat kerja. Tulisan ini disajikan untuk memberikan informasi serta pemahaman mengenai efek kebiasaan merokok terhadap kestabilan genetik khususnya pada molekul DNA.
KEYWORDS: 8-oksoguanosin, kerusakan DNA, mutasi, radikal bebas, stres oksidatif
Penulis: Fitria, R.I.N.K Retno Triandhini, Jubhar C Mangimbulude, Ferry F Karwur
Kode Jurnal: jpkedokterandd130437

Artikel Terkait :