LEFT HEMIPARESIS e.c HEMORRHAGIC STROKE

Abstrak: Stroke menurut  World Health Organization (WHO)  adalah tanda-tanda klinis yang berkembang cepat akibat gangguan fungsi otak fokal (atau  global), dengan gejala-gejala yang berlangsung selama ≥24 jam, dapat menyebabkan kematian, tanpa adanya penyebab lain selain  vaskuler.  Di  Indonesia,  diperkirakan  ada  300.000  kasus  baru  setiap  tahunnya,  80% diantaranya adalah stroke hemoragik. Terdapat faktor resiko terjadinya stroke, yaitu faktor yang dapat dimodifikasi dan tidak dapat dimodifikasi. Penatalaksanaan stroke sangat mempengaruhi prognosis  pasien,  sehingga  dibutuhkan  penatalaksanaan  yang  tepat.  Kasus.  Tn.  S  berusia  44 tahun datang dengan keluhan kelemahan pada lengan dan tu ngkai kiri  sejak 6  hari  SMRS saat beristirahat.  Awalnya  terasa  kesemutan  pada  sisi  tubuh  sebelah  kiri  sert a  nyeri  kepala  bagian belakang.  Kemudian  pasien dibawa ke  Rumah  Sakit  Rawajitu  dan  dirujuk  ke RSAM.  Riwayat arah tinggi sejak 15 tahun  lalu.  Saat  datang  ke RSAM  pasien  tampak sakit  sedang, kesadarancompos mentis, GCS  E4V5  M6  =  15. Tekanan darah  200/100  mmHg, nadi 102  x/menit.  Status neurologis  sistem  motorik  gerakan  pasif  pada  ekstremitas    kiri,  yaitu  kekuatan  otot  5/3  5/3.Pemeriksaan darah didapatkan  peningkatan  ureum, kreatinin, kolesterol dan asam urat. Pasien didiagnosa Stroke Hemoragik, diobati dengan manitol, antihipertensi, antikolesterol. Simpulan. Stroke hemoragik pada pasien ini disebabkan hipertensi sebagai faktor risikonya.
Kata kunci: kelemahan ekstremitas kiri, stroke hemoragik, hipertensi
Penulis: Raisa Mahmudah
Kode Jurnal: jpkedokterandd140142

Artikel Terkait :