HEMOPLEGIA DEKSTRA DENGAN AFASIA BROCKA DISEBABKAN OLEH SUSPEKSI HEMORAGIK STROKE
Abstrak: Stroke merupakan
penyakit vaskuler yang
menyebabkan gangguan fungsi otak
fokal maupun global yang berlangsung
selama 24 jam atau lebih dan dapat mengakibatkan kematian.
Jumlah penderita stroke
di Indonesia terus
meningkat hingga 24% pada
tahun 2013 dengan
disertai meningkatnya faktor
resiko terhadap stroke tersebut. Kasus.
Tn. S, laki-laki,
70 tahun, petani,
datang dengan keluhan
kelemahan pada lengan dan tungkai kanan sejak tiga hari yang lalu,
disertai gangguan berbicara dan menelan.
Pasien memiliki riwayat
darah tinggi s ejak
tujuh tahun yang
lalu yang tidak dikontrol dan
tidak rajin meminum
obat. Pemeriksaan fisik
didapatkan tekanan darah 170/110 mmHg, pemeriksaan N.VII inspeksi wajah sewaktu diam
asimetris dan inspeksi ajah sewaktu menutup mata simetris, pemeriksaan motorik
didapatkan kekuatan otot nol (0),
hipertonus dan hiperefleks
pada lengan dan
tungkai kanan. Hasil
laboratorium, leukosit:
11.200 /ul, ureum:
71 mg/dl, dan
kreatinin: 1,3 mg/dl
Penatalaksanaan, pemasangan
nasogastrik, pemasangan kateter,
pemantauan balans cairan,
pemberian Ceftriaxone 1 gram/12
jam IV, Furosemid
40 mg/hari IV.
Diagnosis kerja: hemiplegi dekstra dengan afasia Brocka e.c
suspek stroke hemoragik. Simpulan.
Stroke memiliki prognosis
yang buruk karena
mengakibatkan kerusakan otak
yang ireversibel sampai menyebabkan kematian.
Penulis: Rahmatika Lestari
Kode Jurnal: jpkedokterandd140141