Laporan Kasus: Diagnosa Sindrom Loeffler dan Nekatoriasis Duodenum Berdasarkan Endoskopi

ABSTRAK: Nekatoriasis adalah infeksi cacing tambang yang disebabkan oleh Necator americanus dan terdistribusi luas ke seluruh daerah  di  negara  tropis  dan  subtropis.  Larva  migran  cacing  ini  dapat  menyebabkan  gejala  pneumonitis  yang  disebut sindrom Loeffler. Diagnosis ditegakkan berdasarkan adanya telur cacing dalam tinja, tetapi bisa juga tidak terdiagnosis terutama pada kasus infeksi yang ringan. Pada kasus ini  pria, 60 tahun, suku Jawa, petani, dirawat di rumah sakit karena anemia gravis , sesak napas, melena selama 1 minggu. Foto polos dada menunjukkan infiltrat di paracardial kanan dan kiri. Laboratorium  menunjukkan  eosinofilia  masif,  kadar  hemoglobin  sangat  rendah  (1,7g/dL),  hypochrom  mikrositik, penurunan saturasi besi, penurunan kadar albumin. Analisa pada tinja tidak menunjukkan adanya infeksi parasit, hasil endoskopi menunjukkan ulkus gaster duodenum multipel, banyak cacing ditemukan pada duodenum , ukuran 1 cm dan teridentifikasi sebagai Necator americanus. Keluhan pasien membaik   setelah transfusi darah dan pemberian   pirantel pamoat  selama  3  hari.  Kasus    ini  menggambarkan  adanya  infeksi  berat  cacing  tambang  (Necator  americanus)  yang ditandai dengan   gejala anemia berat, dispepsia, perdarahan saluran cerna bagian atas,   disertai wheezing, rhonki dan infiltrat  di  area  paracardia  kanan  dan  kiri.  Analisis  tinja  metode  hapusan  langsung  menunjukkan  tidak  adanya  infeksi parasit, namun pemeriksaan endoskopi menunjukkan ada banyak infestasi cacing Necator americanus pada duodenum. Hal tersebut mungkin disebabkan karena analisa sampel tinja terbatas pada metode hapusan langsung. Pasien diterapi berdasarkan klinis, temuan endoskopi, dan   menunjukkan respon klinis yang baik.
Kata Kunci: Anemia, endoskopi, melena, Necator Americanus , sindrom  Loeffler
Penulis: Yuni Rahmawati, Syifa Mustika, Harijono Ahmad
Kode Jurnal: jpkedokterandd140424

Artikel Terkait :