KECERNAAN IN VITRO JERAMI PADI HASIL PERLAKUAN KOMBINASI ALKALI, FERMENTASI DENGAN MIKROBA SELULOLITIK, LIGNOLITIK DAN ASAM LAKTAT YANG DISUPLEMETASI DENGAN SULFUR
ABSTRAK: Penelitian ini
bertujuan untuk meningkatkan kecernaan jerami padi sebagai pakan ruminansia. Untuk
mencapai tujuan tersebut, maka 3 tahap percobaan telah dilaksanakan. Tahap
pertama adalah mengisolasi bakteri asam laktat
(Laktobacillus sp) dan bakteri selulolitik (Acetobacter
liquefaciens) dari cairan rumen sapi
Bali dan penggunaan mikroba lignolitik (fungi pelapuk putih) yang diisolasi dari
limbah kelapa sawit dan dibiakkan pada media kompos. Tahap kedua adalah
pengujian inokolum bakteri dalam medegradasi fraksi serat jerami padi.
Mikroba asam laktat, selulolitik, dan
lignolitik difermentasikan pada jerami padi yang telah diberi perlakuan alkali
dan ditambah mineral sulfur dan molases. Rancangan yang digunakan pada tahap
kedua adalah rancangan acak lengkap (RAL) pola faktorial 3 x 5 dengan 5 kali
ulangan. Dimana faktor A merupakan fase fermentasi (10, 20 dan 30 hari) dan
faktor B merupakan jenis fermentasi yaitu: B1=jerami padi hasil perlakuan
alkali +urea, B2=B1+bakteri asam laktat, B3=B2+bakteri selulolitik,
B4=B3+mikroba lignolitik dan B5=B4+sulfur dan molases. Pada tahap ke tiga
dilakukan pengkuran kecernaan in vitro bahan kering dan bahan organik. Analisis
ragam menunjukkan perlakuan lama fermentasi dan interaksi lama fermentasi dan
jenis fermentasi tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap daya cerna
invitro bahan kering dan bahan organik, tetapi jenis fermentasi berpengaruh
nyata (p<0,05) terhadap kecernaan in vitro bahan kering dan bahan organik
jerami padi. Disimpulkan bahwa penggunaan kombinasi perlakuan alkali,
fermentasi dengan mikroba selulolitik, lignolitik dan asam laktat dengan
penambahan sulfur dan molases dapat meningkatkan kecernaan in vitro jerami
padi.
Penulis: Harfiah dan Muhammad
Zain Mide
Kode Jurnal: jppeternakandd140189