HUBUNGAN HIGIENE TANGAN DAN KUKU DENGAN KEJADIAN ENTEROBIASIS PADA SISWA SDN KENJERAN NO. 248 KECAMATAN BULAK SURABAYA

Abstrak: Infestasi cacing perut di Indonesia masih merupakan masalah kesehatan masyarakat terutama cacing Enterobius vermicularis, di mana prevalensi dan intensitas tertinggi terdapat di kalangan anak usia SD. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara higiene tangan dan kuku dengan kejadian enterobiasis pada siswa kelas IV dan V di SDN Kenjeran No. 248 Kecamatan Bulak Surabaya. Jenis penelitian yang digunakan adalah Observasional bersifat analitik karena peneliti berupaya mencari hubungan antar variabel. Kemudian variabel bebas (faktor risiko) dan variabel tergantung (efek) dinilai secara bersamaan pada suatu saat sehingga termasuk penelitian cross-sectional. Sampel penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV dan V SDN Kenjeran No. 248 Surabaya yang berjumlah 47 anak. Hasil dari pengamatan didapatkan responden Higiene Tangan dan Kuku kotor sebanyak 19 anak. Hasil dari Laboratorium, ditemukan responden positif telur sejumlah 20 anak. Berdasarkan uji statistik Koefisien Phi, didapatkan nilai α = 0,512. Disimpulkan bahwa tingkat hubungan antara higiene tangan dan kuku dengan kejadian enterobiasis merupakan hubungan yang kuat. Diharapkan kepada Puskesmas setempat agar melakukan penanggulangan kecacingan secara dini, sedangkan peran guru selalu rutin untuk memeriksa higiene tangan dan kuku para siswa, sedangkan untuk para siswa diharapkan selalu menjaga higiene tangan dan kukunya dan selalu periksa secara teratur karena cacing Enterobius vermicularis mudah menular.
Kata kunci:higiene tangan dan kuku, siswa sekolah dasar, enterobiasis
Penulis: Andhika Setya Perdana danSoedjajadi Keman
Kode Jurnal: jpkesmasdd130338

Artikel Terkait :