HUBUNGAN SANITASI DASAR RUMAH DAN PERILAKU IBU RUMAH TANGGA DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA DI DESA BENA NUSA TENGGARA TIMUR

Abstrak: Desa Bena memiliki angka kejadian diare yang tertinggi dengan prevalensi 29,99% pada tahun 2008. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari kondisi sarana sanitasi dasar rumah dan perilaku masyarakat yang memengaruhi kejadian diare pada balita di Desa Bena Kecamatan Amanuban Selatan Kabupaten Timor Tengah Selatan Propinsi Nusa Tenggara Timur. Rancangan penelitian berupa cross sectional, yang berusaha melakukan pengamatan atau observasi tentang hubungan sanitasi dasar rumah dan perilaku ibu rumah tangga dengan kejadian diare pada balita di Desa Bena. Variabel penelitian terdiri dari variabel bebas yaitu kejadian diare pada balita di Desa Bena selama 3 bulan terakhir dan variabel terikat yaitu sarana sanitasi dasar rumah dan perilaku ibu rumah tangga. Penentuan sampel penelitian dilakukan dengan teknik systematic random sampling, sebesar 78 responden dari 359 populasi ibu rumah tangga yang memiliki anak balita di Desa Bena pada tahun 2009. Hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara sarana sanitasi dasar rumah dan perilaku ibu rumah tangga dengan kejadian diare di Desa Bena dan hasil uji regresi logistik menunjukkan bahwa faktor yang paling dominan terhadap kejadian diare adalah jamban keluarga (p = 0,003) dengan (α = 0,05). Dari hasil penelitian ini disarankan dalam upaya penanggulangan penyakit diare yang terjadi di Desa Bena, perlu adanya kerja sama antara pihak pemerintah, swasta dan masyarakat guna meningkatkan pola hidup bersih dan sehat. Komunikasi, informasi dan pendidikan tentang diare perlu digalakkan secara terus-menerus guna meningkatkan pengetahuan masyarakat terutama dalam upaya peningkatan pola hidup bersih dan sehat. Pendidikan kesehatan harus diberikan secara tepat dan terpadu.
Kata kunci: sanitasi dasar, ibu rumah tangga, perilaku, diare
Penulis: Stefen Anyerdy Taosu danR. Azizah
Kode Jurnal: jpkesmasdd130337

Artikel Terkait :