GAMBARAN DEFINITIF MENINGITIS TUBERKULOSA DI RSUP DR. KARIADI SEMARANG: STUDI DESKRIPTIF PADA PASIEN DEWASA DENGAN MENGGUNAKAN REAL TIME PCR DENGAN TARGET AMPLIFIKASI PADA IS6110 MYCOBACTERIUM TUBERCULOSIS COMPLEX
ABSTRACT: Meningitis
Tuberkulosa (TB) adalah penyebab terbesar infeksi TB pada susunan saraf pusat
dengan morbiditas dan mortalitas yang sangat tinggi. Gambaran mengenai
definitif meningitis TB di RSUP dr Kariadi Semarang masih sangat terbatas.
Tujuan penelitian untuk mendapatkan gambaran definitif meningitis TB di RSUP dr
Kariadi Semarang dengan menggunakan primer yang sensitif dan spesifik IS6110.
Jenis penelitian desriptif, dengan sampel semua pasien dengan meningitis dan
atau meningitis TB yang dirawat di RSUP Dr Kariadi Semarang, berumur > 14
tahun dengan Thwaites Diagnostic Score ≤ 4 selama 1 Maret 2013-30 November
2013. Penegakan definitif meningitis TB dilakukan dengan menggunakan PCR dengan
target amplifikasi pada IS6110 untuk mendeteksi Mycobacterium tuberculosis
complex yang dilakukan di laboratorium mikrobiologi klinik FK UNDIP/RSUP dr.
Kariadi Semarang. Data sekunder meliputi data dasar dan data laboratorium
diambil dari catatan medik pasien. Rata-rata usia adalah 39,59 ± 15,7. Enam
(35,3%) pasien merupakan definitif meningitis TB. Ditemukan 3 (17,64%) pasien
positif meningitis oleh NTM (Non Tuberculous Mycobacteria). Dual infection
terjadi pada 1 (5,8%) kasus antara meningitis TB dan meningitis bakterialis.
Rata-rata sampel adalah usia produktif, beberapa adalah definitif meningitis
TB. Ditemukan pasien meningitis oleh NTM (Non Tuberculous Mycobacteria) dan
ditemukan juga suatu kasus dual infection.
Tuberculous meningitis (TBM) is the most common cause of central nervous
system infection and has very high morbidity and mortality. The definitive
diagnosis of TBM in RSUP dr Kariadi Semarang has been insufficient. This study
aimed at finding out the definitive diagnosis of TBM di RSUP dr Kariadi
Semarang using IS6110 sensitive and specific primer. This was a descriptive
study included all in-patients with meningitis and/or TBM of RSUP Dr Kariadi
Semarang aged > 14 years with Thwaites’ Diagnostic Score ≤ 4 between March
1, 2013 and November, 30 2013. The definitive diagnosis of TBM was made using IS6110-based
PCR amplification for detecting Mycobacterium tuberculosis complex conducted in
microbiology clinic of FK UNDIP/RSUP dr. Kariadi Semarang. The secondary data
was the basic and laboratory data from the medical records of the patients.
Mean age was 39.59 ± 15.7. Six (35.3%) pasients were diagnosed with definitive
TBM, 3 (17.64%) were meningitis positive by NTM (Non Tuberculous Mycobacteria).
Dual infection was found in 1 (5.8%) case between TBM and bacterial meningitis.
Most patients were productive age. Some had definitive TBM. The patients with
meningitis and dual infection were also diagnosed with NTM (Non Tuberculous
Mycobacteria).
Penulis: Masfiyah, Aris Catur
Bintoro, Purnomo Hadi
Kode Jurnal: jpkedokterandd130427