Karakteristik Demam Berdarah Dengue pada Anak di Rumah Sakit Roemani Semarang
Abstract: Jumlah penderita
penyakit demam berdarah dengue (DBD) di Semarang tahun 2010 mengalami
peningkatan cukup signifikan dibandingkan periode tahun lalu. Jika pada 2009
jumlah penderita DBD sebanyak 3883 orang, pada 2010 ini naik menjadi 5556
kasus. Kota Semarang menduduki peringkat
pertama di Jawa Tengah. Usia yang paling
sering terkena DBD adalah 5 – 15 tahun. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui karakteristik pasien demam berdarah dengue di Rumah Sakit Roemani
Semarang periode Januari – Juni 2011
Metode : Penelitian yang dilakukan bersifat deskriptif dengan pendekatan
retrospektif. Populasi penelitian adalah seluruh pasien anak yang menderita DBD
yang dirawat di bangsal anak Rumah Sakit Roemani Semarang. Jumlah sampel dalam
penelitian ini sebanyak 86 pasien anak yang menderita DBD yang dirawat di
bangsal anak RS. Roemani Semarang. Pengambilan sampel dilakukan dengan
menggunakan teknik total sampling.
Hasil : kelompok umur tertinggi yang menderita DBD adalah 1–3 tahun
sebanyak 24 pasien (27,9%), jenis kelamin laki-laki sebanyak 41 pasien (47,7%)
dan perempuan 45 pasien (52,3%), jumlah trombosit penderita saat masuk RS
terbanyak pada kelompok 100.000-150.000/mm3 sebanyak 26 pasien (30,2%), kadar
hematokrit terbanyak saat masuk RS pada kelompok 35,1-39,9 sebanyak 47 (54,7%),
lama perawatan rata-rata 4,26 hari (4 hari), keadaan saat pulang tertinggi
adalah pulang dengan keadaan sembuh sebanyak 83 pasien (96,5%).
Simpulan : Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dapat diambil kesimpulan
kelompok usia penderita DBD terbanyak 1 – 3 tahun, laki-laki 41 anak dan perempuan 45 anak,
jumlah trombosit terbanyak pada kelompok 100.000-150.000 sebanyak 26 pasien,
kadar hematokrit terbanyak saat masuk RS pada kelompok 35,0-39,9 sebanyak 45 pasien,
lama perawatan rata-rata 4,26 hari dan lama rawat inap paling singkat 1 hari
sedangkan paling lama 9 hari, keadaan saat pulang tertinggi dengan keadaan
sembuh 83 pasien, pulang permintaan sendiri 3 pasien, dan meninggal tidak ada.
Penulis: Wiwik Durrotun Nisa,
Harsoyo Notoatmojo, Afiana Rohmani
Kode Jurnal: jpkedokterandd120197