FORMULASI dan PENGUJIAN SALEP EKSTRAK BONGGOL PISANG AMBON (Musa paradisiaca var. sapientum (L.)) TERHADAP LUKA TERBUKA PADA KULIT TIKUS PUTIH JANTAN GALUR WISTAR (Rattus norvegicus)
ABSTRAK: Bonggol pisang
Ambon merupakan tumbuhan
berkhasiat obat yang
bekerja dalam proses penyembuhan
luka. Tujuan dari
penelitian ini ialah
untuk membuat formulasi
salep dari ekstrak bonggol
pisang Ambon (Musa
paradisiaca var. sapientum
(L.)) dan uji
daya penyembuhan luka terbuka
pada kulit tikus
putih jantan. Jenis
penelitian ialah eksperimen deskriptif laboratorium. Pembuatan
formulasi salep menggunakan
ekstrak bonggol pisang Ambon
dengan menggunakan hewan
uji sebanyak 18
ekor dengan 6
kelompok perlakuan, yaitu luka
tanpa perlakuan, kontrol negatif, kontrol positif, salep bonggol pisang ambon
10%, salep bonggol pisang ambon 15% dan salep bonggol pisang ambon 20%. Semua
tikus dilukai sepanjang 1.5 cm.
Luka diolesi tiga
kali sehari dengan
salep yang diuji.
Pengamatan luka dilakukan setiap
hari (hari ke-0
sampai ke-8). Semua
data kuantitatif diuji
secara statistik menggunakan ANOVA
(Analysis Of Variant)
dan dilanjutkan dengan
uji LSD (Least Significant Different)
sedangkan data kualitatif
disajikan secara deskriptif.
Hasil penelitian menunjukkan formulasi
salep bonggol pisang
Ambon memenuhi persyaratan
uji salep menurut Farmakope
Indonesia edisi III, mengalami
penyempitan luka, membentuk keropeng dan menutup luka. Hasil uji statistik memberikan efek
signifikan terhadap penyembuhan luka pada
tikus putih jantan, yaitu
4,004 >2,45. Berdasarkan
hasil penelitian disimpulkan
bahwa pembuatan salep bonggol pisang Ambon menghasilkan sediaan
salep yang memenuhi syarat dan
konsentrasi 10%, 15% dan 20% memberikan efek daya penyembuhan luka terbuka pada
kulit tikus putih jantan.
Penulis: Grace Riani
Pongsipulung, Paulina V. Y. Yamlean, Yos Banne
Kode Jurnal: jpfarmasidd120115