Evaluasi Peningkatan Kadar Bilirubin Akibat Kemoterapi Metotreksat Dosis Tinggi dan 6-Merkaptopurin Pada Anak dengan Leukemia Limfoblastik Akut di Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah
Abstract: Obat kemoterapi
pasien LLA pada fase konsolidasi berdasarkan Indonesian Protocol LLA 2006 di
RSUP Sanglah yaitu Metotreksat (MTX) dosis tinggi dan 6-Merkaptopurin.
Pemberian MTX dosis tinggi jarang dapat menyebabkan terjadinya peningkatan
kadar bilirubin sedangkan 6-MP dapat menyebabkan terjadinya peningkatan kadar
bilirubin 2 sampai 3 minggu setelah kemoterapi. Penelitian ini bertujuan untuk
mengevaluasi kadar bilirubin setelah pemberian kombinasi kemoterapi MTX dosis
tinggi dan 6-MP pada anak dengan LLA pada fase konsolidasi. Penelitian ini
merupakan penelitian cross sectional pada anak berusia 0-12 tahun dengan LLA
yang menjalani kemoterapi pada fase konsolidasi di RSUP Sanglah periode Januari
2012-Mei 2014. Pada penelitian ini, diperoleh 10 pasien yang memenuhi kriteria
inklusi dan tidak memenuhi kriteria eksklusi. Dari 10 pasien, terdapat 3 pasien
yang mengalami peningkatan kadar bilirubin setelah kemoterapi MTX dosis tinggi
dan 6-MP setelah kemoterapi minggu ke-8 dan 10 fase konsolidasi. Dari 3 pasien
tersebut, 2 pasien mengalami peningkatan kadar bilirubin tingkat 2 setelah
minggu ke-8 dan 10, dan 1 pasien mengalami peningkatan kadar bilirubin tingkat
1 setelah minggu ke-10 fase konsolidasi. Berdasarkan data diatas disimpulkan
bahwa dari 10 pasien yang memasuki fase konsolidasi, 3 pasien mengalami
peningkatan kadar bilirubin dan 1 dari 3 pasien tersebut adalah positif
mengalami hepatotoksik setelah kemoterapi MTX dosis tinggi dan 6-MP.
Penulis: Komalasari, K. T.,
Ariawati, K., Niruri, R.
Kode Jurnal: jpfarmasidd140089