Efektivitas Pemberian Metilprednisolon terhadap Pembentukan Seroma Pascaoperasi Mastektomi Modifikasi Radikal

Abstract: Seroma adalah pengumpulan cairan serous di subkutis dan merupakan komplikasi pascaoperasi kanker payudara yang paling sering dijumpai. Insidensinya mencapai lebih dari 60%. Walaupun tidak mengancam jiwa, namun dapat menimbulkan morbiditas yang serius. Berbagai penelitian dilakukan untuk menentukan faktor risiko untuk mencegah timbulnya seroma. Saat ini, seroma terjadi karena proses inflamasi pascaoperasi. Teori inilah yang mendasari peranan antiinflamasi terhadap pembentukan seroma. Diketahui obat golongan glukokortikoid, memiliki peranan menghambat respons inflamasi. Tujuan penelitian ini untuk menilai efek profilaksis pemberian metilprednisolon perioperatif mastektomi terhadap pembentukan seroma. Penelitian ini merupakan uji klinis secara acak tersamar ganda terhadap 2 kelompok, yaitu antara kelompok karsinoma payudara stadium lokal lanjut yang diberikan metilprednisolon perioperatif mastektomi sebagai kelompok perlakuan dan kontrol. Penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit Dr. Hasan Sadikin Bandung, periode April–Juli 2013. Subjek penelitian meliputi 30 wanita yang memenuhi kriteria inklusi dan dibagi menjadi dua kelompok, 15 pasien diberikan metilprednisolon dan 15 pasien sebagai kontrol. Penelitian ini menggunakan uji-t tidak berpasangan dan Mann Whitney. Didapatkan perbedaan rata-rata volume drainase hari ke-1, pada kelompok metilprednisolon sebanyak 104,7 mL dan pada kontrol sebanyak 158 mL, namun secara statistik tidak bermakna (p=0,053). Demikian pula dengan hari-hari selanjutnya dan total seroma, tidak didapatkan perbedaan yang bermakna. Simpulan, pemberian metilprednisolon tidak efektif menurunkan volume drainase seroma pascaoperasi mastektomi.
Kata kunci: Mastektomi, metilprednisolon, seroma
Penulis: Jonny Setiawan, Maman Abdurahman, Kiki A. Rizki
Kode Jurnal: jpkedokterandd140363

Artikel Terkait :