SELEKSI IN VITRO UNTUK TOLERANSI TERHADAP KEKERINGAN PADA JAGUNG (Zea mays L.) DENGAN POLYETHYLENE GLYCOL (PEG)

ABSTRAK: Keragaman genetik adalah syarat utama dalam berbagai program pemulian yang salah satunya dapat ditingkatkan melalui induksi varian somaklonal.  Penelitian ini bertujuan untuk mencari induksi kalus embriogenik dan media regenerasi kalus in vitro yang efektif ada jagung dan seleksi toleransi terhadap kekeringan menggunakan PEG. Benih jagung yang digunakan adalah lima kultivar jagung madura (elos, tambin, guluk-guluk, talango dan manding).  Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Peningkatan kosentrasi 2,4-D tidak berpengaruh nyata terhadap bobot kalus tetapi diameter kalus terbaik pada penambahan 8 ppm 2,4-D pada media MS, (2) Untuk merangsang terbentuknya kalus embriogenik, media yang paling efektif adalah media MS + 2 ppm 2,4-D + manitol  3%, (3) Penambahan PEG dalam medium dapat menghambat pertumbuhan dan perkembangan ES jagung, dan (4) Kultivar tambin dan guluk-guluk merupakan kultivar yang lebih toleran terhadap medium PEG sedangkan tambin kurang toleran pada medium PEG.
Kata kunci: kultivar jagung madura, kultur in vitro, PEG
Penulis: Kaswan Badami dan Achmad Amzeri
Kode Jurnal: jppertaniandd100135

Artikel Terkait :