PENGEMBANGAN POLA TANAM DAN DIVERSIFIKASI TANAMAN PANGAN DI MADURA: SUATU UPAYA PENINGKATAN PRODUKSI DAN PENDAPATAN PETANI

ABSTRAK: Pola tanam tadah hujan menyebabkan kurang optimumnya pemanfaatan lahan di Madura. Tujuan penelitian ini adalah pembuatan peta agroekosistem potensi pertanian menggunakan citra satelit penginderaan jauh, pengembangan model tanam berdasarkan agroekosistem. Metode penelitian dengan klasifikasi kesesuaian lahan untuk keperluan tanaman pertanian dengan mencocokkkan antara kualitas lahan setiap satuan lahan dan evaluasi varietas tanaman pangan. Hasil penelitan adalah peta potensi pertanian untuk budidaya jagung, luas wilayah yang sangat sesuai 70,279.5 ha (15,4%), sesuai 211,512.3 ha (46,3%). Potensi budidaya padi yang sesuai 209,769 ha (46%), sangat sesuai 33,699 ha (7,4%). Potensi budidaya kedelai sesuai 162,618 ha (35,6%), sangat sesuai 25,091 ha (5,5%). Potensi budidaya tembakau sesuai 51,971ha (11,4%) dan sangat sesuai 8,749ha(1,9%). Potensi budidaya kacang sesuai 192,312ha (42,1%), sangat sesuai 19,474 ha (4,3%). Pengembangan pola tanam yang sesuai untuk daerah Madura untuk tanaman kedelai varietas baluran dengan produksi 2.200 kg/ha dan masa panen 75 hari, tanaman kacang tanah varietas kamal dengan produksi 2.500 kg/ha dan masa panen 86 hari. Jagung untuk daerah sawah Tambin dengan produksi 3.840 kg/ha dan masa panen 73 hari, untuk daerah tegal dan gunung Manding dengan produksi 2.380 kg/ha (62 hari). Tanaman padi PD3 dengan umur panen 100 hari dan produksi 2.400 kg/ha, untuk daerah irigasi baik varietas PD4 dengan produksi 2.400 kg/ha dan umur panen 108 hari. Varietas tembakau jepon kenik dengan umur panen pendek (86 hari) dan indeks tanaman tinggi (580,0).   
Kata kunci: agroekosistem, kesesuaian lahan, Madura
Penulis: Sidqi Zaed ZM, Firman Farid Muhsoni, Achmad Amzeri, Fuad Hasan
Kode Jurnal: jppertaniandd100134

Artikel Terkait :