SAGU (TAWARO) DAN KEHIDUPAN ETNIK TOLAKI DI SULAWESI TENGGARA

Abstract: Sagu erat  kaitannya dengan kehidupan etnik Tolaki,  karena sagu memiliki nilai sejarah bagi Tolaki. Sagu telah dikenal masyarakat Tolaki sejak abad ke-7 dan berkembang pada abad ke- 15 hingga masa kini. Sagu  memiliki kedudukan yang sangat vital. Sagu sebagai simbol ekonomi Tolaki sebagai ukuran kekayaan (hapo-hapo), cadangan pangan, sumber makan dan usaha lainnya. Pada masa lalu, sagu juga merupakan harta warisan (hapo-hapo tiari), dan simbol kesejahteran.  Sagu memiliki nilai filosofi berupa nilai sosial kekeluargaan atau kekerabatan, nilai persatuan dan kesatuan dan nilai religius. Secara ekologi, setiap pemukiman Tolaki terdapat lahan sagu (epe) yang berfungsi untuk menahan dan menyuburkan tanah, dimanfaatkan untuk membuat sumur karena dapat menyimpan air, pada ekosistem sagu hidup berbagai habitat  berupa ikan dan tumbuhan yang dapat dimanfaatkan. ekosistem sagu dapat menyediakan kehidupan  berbagai jenis ikan. Dengan demikian, sagu merupakan salah satu elemen penting dalam kehidupan masyarakat Tolaki.
Kata Kunci: Sagu, Sejarah, dan Tolaki
Penulis: Basrin Melamba
Kode Jurnal: jpsejarah&umumdd140188

Artikel Terkait :