PERENCANAAN PEMELIHARAAN MESIN PRODUKSI DENGAN MENGGUNAKAN METODE RELIABILITY CENTERED MAINTENANCE (RCM) II PADA MESIN BLOWING OM (STUDI KASUS: PT INDUSTRI SANDANG NUSANTARA UNIT PATAL LAWANG)
Abstrak: PT Industri Sandang
Nusantara Unit Patal Lawang mesin-mesin nya bekerja secara terus menerus pada
saat produksi sehingga menyebabkan mesin banyak yang mengalami kerusakan saat
beroperasi. Untuk mengurangi kerusakan tersebut perlu adanya kebijakan
perawatan yang optimal sehingga mesin dapat beroperasi dengan baik. Pada
penelitian ini menggunakan metode Reliabilty Centered Maintenance (RCM) II
untuk menyelesaikan masalah tersebut. Mesin Blowing OM merupakan salah satu mesin yang penting dalam
proses produksi benang. Mesin Blowing OM memiliki downtime tertinggi sehingga
penelitian akan terfokus pada kompoenen mesin Blowing OM. Hasil pengolahan data
menunjukkan bahwa komponen kritis pada mesin Blowing OM berdasarkan frekuensi
kerusakan mesin dan total downtime adalah komponen flat belt dan spike lattice.
Hasil analisis interval perawatan menunjukkan bahwa jenis kerusakan permukaan
karet flat belt tidak rata memilik interval perawatan yang optimal sebesar 510
jam, karet flat belt longgar 260 jam, flat belt putus 580 jam, kayu spike
lattice patah 620 jam, dan paku spike lattice patah 500 jam. Dari perhitungan
total biaya perawatan optimal diperoleh hasil dengan jenis kerusakan permukaan
karet flat belt tidak rata sebesar Rp 7.973.519,82, karet flat belt longgar Rp
11.000.673,81, flat belt putus sebesar Rp 14.061.553,06, kayu spike lattice
patah sebesar Rp 19.170330,63, dan paku spike lattice patah sebesar
30.880.512,66. Metode Reliability Centered Maintenance (RCM) II dibandingkan
dengan total biaya perawatan sebelumnya terjadi penurunan biaya perawatan dalam
mesin Blowing OM sebesar 10,27%.
Penulis: Irawan Harnadi
Bangun, Arif Rahman, Zefry Darmawan
Kode Jurnal: jptindustridd140164