PENGARUH RASIO MOLAR DAN WAKTU REAKSI TERHADAP HASIL DAN MUTU BIODISEL MELALUI REAKSI TRANSESTERIFIKASI DENGAN GELOMBANG ULTRASONIK
ABSTRAK: Biodiesel merupakan
senyawa alkil ester
yang diproduksi melalui
proses alkoholisis (transesterifikasi) antara trigliserida
dengan metanol atau etanol dengan bantuan katalis basa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui
pengaruh rasio molar dan waktu reaksi terhadap hasil dan mutu biodiesel dari
minyak jelantah melalui proses
transesterifikasi yang dibantu
gelombang ultrasonik pada
frekuensi 42 kHz. Penelitian
ini dilakukan menggunakan minyak jelantah yang diperoleh dari pabrik kerupuk di
Sukarame, Bandar Lampung. Bahan
kimia yang digunakan
adalah metanol teknis
dan NaOH teknis
sebagai katalis. Penelitian
dilakukan dengan dua faktor, yaitu rasio molar dan waktu reaksi. Faktor rasio molar terhadap minyak jelantah
terdiri dari tiga
level, yaitu 3
: 1, 4,5 : 1,
dan 6 :
1. Faktor waktu
reaksi terdiri dari
tiga taraf yaitu 5 menit, 10 menit, dan 30 menit. Semua perlakuan dilakukan dengan tiga kali
ulangan. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa pemberian gelombang
ultrasonik dapat menghilangkan
proses pemanasan dan pengadukan
pada proses transesterifikasi biodiesel
secara konvensional. Produksi biodiesel
yang dihasilkan pada reaksi ini berkisar antara 55,67 − 70,67% dengan
karakteristik massa jenis 0,86 − 0,94 kg/liter, bilangan asam 0,09 − 0,15%, dan
viskositas 4,16 − 8,07 cSt. Secara
statistik rasio molar dan waktu reaksi berpengaruh nyata terhadap rendemen dan
bilangan asam biodiesel tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap viskositas dan massa jenis
biodiesel. Rasio molar dan waktu reaksi terbaik didapat pada rasio
molar 6 : 1 dengan waktu reaksi 30 menit.
Biodiesel yang dihasilkan berpotensi dapat digunakan sebagai pengganti
bahan bakar kompor minyak tanah.
Penulis: Viffit Desiyana, Agus
Haryanto, Sri Hidayati
Kode Jurnal: jppertaniandd140032