KAJIAN PENURUNAN MUTU DAN UMUR SIMPAN JAMUR TIRAM PUTIH (Pleurotus ostreatus) SEGAR DALAM KEMASAN PLASTIK POLYPROPYLENE PADA SUHU RUANG DAN SUHU RENDAH
ABSTRAK: Jamur tiram
putih merupakan salah
satu komoditas yang
memiliki prospek untuk
dikembangkan di Indonesia. Dalam
keadaan segar umumnya jamur tiram memiliki umur simpan yang pendek karena kadar
air yang
tinggi serta masih
mengalami proses respirasi
sehingga dapat mempercepat
proses kerusakannya.
Pengemasan dengan kemasan
plastik polypropylene merupakan
salah satu metode penyimpanan untuk
mempertahankan kesegaran dan
umur simpan jamur
tiram. Tujuan penelitian
ini adalah untuk mengkaji serta mengetahui laju penurunan mutu dan umur
simpan jamur tiram putih segar dalam kemasan plastik polypropylene pada suhu
ruang dan suhu rendah selama penyimpanan. Penelitian ini dilakukan
dalam dua tahapan
percobaan yaitu pengukuran
laju respirasi dan
penyimpanan jamur tiram segar
dalam volume kemasan
plastik yang berbeda
pada suhu ruang
dan suhu rendah.
Parameter pengamatan dalam penelitian
ini yaitu perubahan
bobot, penurunan luas
proyeksi lingkar mahkota, perubahan warna,
kadar air, laju
respirasi dan umur
simpan. Hasil penelitian
menunjukan bahwa penyimpanan jamur
tiram dalam kemasan
plastik polypropylene dapat
mempertahankan laju penurunan mutu dan
umur simpan jamur
tiram putih segar
baik pada suhu
ruang maupun suhu
rendah. Kadar air dan
perubahan bobot tertinggi
selama penyimpanan dalam
kemasan plastik baik
pada suhu ruang terdapat pada hari ke-3 dan ke-7 pada
suhu rendah yaitu sebesar 92,81%, 150,52 gr, 91,76 %, dan 130,79 gr. Jamur
tiram kontrol pada suhu ruang dan suhu rendah memiliki laju respirasi tertinggi
pada jam ke-24 dan ke-48 yaitu
sebesar 230,48 dan
239,53 mg.CO2/kg.jam. Jamur
tiram dalam kemasan
yang disimpan pada suhu ruang (31˚C)
dapat bertahan hingga 5 hari dan 14 hari pada suhu rendah (9˚C).
Penulis: Mutiara Cahya,
Rofandi Hartanto, Dian Dwi Novita
Kode Jurnal: jppertaniandd140031