MUSEUM SEMARAJAYA SEBAGAI SUMBER BELAJAR SEJARAH LOKAL DI SMAN 1 SEMARAPURA, KLUNGKUNG, BALI
Abstract: Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui (1) Latar belakang pendirian Museum Semarajaya, (2)
Koleksi dari Museum Semarajaya yang dapat dijadikan sebagai sumber belajar
Sejarah Lokal di SMAN 1 Semarapura (3) Latar belakang belum dimanfaatkannya
Museum Semarajaya sebagai sumber belajar sejarah lokal di SMAN 1 Semarapura
berdasarkan Kurikulum 2013. Penelitian ini menggunakan metode penelitian
kualitatif yaitu: (1) tehnik penentuan informan; (2) tehnik pengumpulan data
(observasi, wawancara, studi dokumen) dan; (3) analisis data. Berdasarkan
temuan di lapangan menunjukkan bahwa bangunan Museum Semarajaya menggunakan
bangunan sekolah Belanda (MULO) dan mulai digunakan sebagai Museum pada tanggal
28 April 1992 untuk memperingati 84 tahun pasca perang Puputan Klungkung.
Museum Semarajaya terbagi dalam tiga ruangan. Ruangan pertama menyimpan koleksi
zaman praaksara seperti lesung, beliung, tempayan dan benda-benda praaksara
lain yang ditemukan di sekitar Klungkung, ruangan kedua menyimpan koleksi zaman
aksara dipamerkan benda-benda peninggalan Kerajaan Klungkung seperti tombak,
keris, hiasan dinding, perhiasan, dan sebagainya, dan ruangan terakhir
berisikan peralatan rumah tangga kerajaan Klungkung seperti di antaranya sebuah
kursi antik serta foto-foto raja beserta keluarganya dalam memanfaatkan potensi
yang ada dari koleksi yang dimiliki Museum Semarajaya sebagai sumber belajar
guru dapat menggunakan metoda karya wisata. Metoda karya wisata digunakan
sebagai salah satu cara untuk meningkatkan motivasi belajar siswa dalam
mengikuti pembelajaran sejarah. Pada kegiatan karya wisata, siswa dapat
melakukan observasi langsung terhadap koleksi praaksara dan aksara, kemudian
saling berdiskusi dengan sesama teman dan guru. Selain itu siswa dapat
memperoleh pengalaman nyata dan akan tumbuh motivasi belajar sejarah lebih
aktif karena ternyata belajar sejarah tidak hanya dilakukan dalam kelas yang
dapat membosankan.
Penulis: Luh Putu Ayu Diah Pratiwi,
Prof. Dr. Nengah Bawa Atmadja,MA ., Ketut Sedana Arta, S.Pd
Kode Jurnal: jpsejarah&umumdd140102