Keberadaan Etnik Cina Di Banjar Geria, Desa Melinggih, Payangan, Gianyar, Bali (Latar Belakang Sejarah, Identitas Etnik Dan Strategi Desa Pakraman Dalam Mengembangkan Masyarakat Multikultur)
Abstract: Penelitian ini
bertujuan untuk: (1) Mengetahui latar belakang sejarah keberadaan etnik Cina di
Banjar Geria, Melinggih, Payangan, Gianyar, Bali, (2) Mengetahui identitas
etnik Cina di Banjar Geria, Melinggih, Payangan, Gianyar, Bali, dan (3)
mengetahui bagaimana cara-cara yang dikembangkan oleh Banjar Geria, Desa
Melinggih untuk mengembangkan masyarakat yang multikultur. Penelitian ini
menggunakan pendekatan kualitatif yaitu: (1) penentuan lokasi penelitian; (2)
teknik penentuan informan; (3) teknik pengumpulan data (observasi, wawancara,
studi dokumentasi dan studi pustaka); (4) teknik penjaminan keabsahan data; dan
(5) teknik analisis data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kedatangan
etnik Cina di Banjar Geria diawali dengan terdamparnya para pedagang Cina di
daerah Singaraja, yang kemudian melakukan perdagangan ke daerah Kintamani
hingga mengembangkan perdagangannya ke daerah Payangan. Selama berada di
Payangan, etnik Cina melakukan pendekatan kepada keluarga kerajaan hingga
mengabdi menjadi prajurit kerajaan. Berkat jasa-jasa etnik Cina yang besar
kepada kerajaan Payangan, maka diberikanlah sepetak tanah untuk ditinggali yang
saat ini terletak di Banjar Geria, Desa Melinggih, Payangan. Identitas etnik
Cina di Banjar Geria, Desa Melinggih, Payangan dapat dilihat dari; (1)
Kepercayaan atau agama yang dianut adalah Hindu-Budha; (2) Seni bangunan
dipengaruhi gaya Tiongkok dengan ornamen naga (Lung), singa dan warna bangunan
yang didominasi dengan warna merah, kuning dan emas; (3) nama menggunakan marga
keluarga; dan (4) kesenian yang masih menampilkan budaya tiongkok, yaitu
kesenian Barong Sai. Cara yang dikembangkan oleh Banjar Geria, Desa Melinggih
untuk mengembangkan masyarakat yang multikultur, yaitu (1) Merangkul kedua
etnik dalam satu wadah desa pakraman serta ; (2) Meningkatkan solidaritas kedua
etnik.
Penulis: I Gede Budiarta .,
Prof. Dr. Nengah Bawa Atmadja,MA ., Dra. Tuty Maryati,M.Pd
Kode Jurnal: jpsejarah&umumdd140103