Kerajinan Kain Tenun Rangrang Dusun Karang, Desa Pejukutan, Kecamatan Nusa Penida, Klungkung, Bali (Pemertahanan, Proses Pembuatan) Potensinya Sebagai Sumber Belajar IPS di SMP
ABSTRAK: Penelitian ini
dilakukan di Dusun Karang, Desa Pejukutan bertujuan untuk mendeskripsikan (1)
Latar belakang masyarakat Dusun Karang, Desa Pejukutan mempertahankan usaha
kerajinan Tenun Rangrang, (2) Sistem Produksi usaha kerajinan tenun rangrang,
(3 Potensi kerajinan Tenun Rangrang di Dusun Karang, Desa Pejukutan sebagai
Sumber Pembelajaran IPS di SMP.Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini
adalah pendekatan kualitatif dengan jalan memahami situasi sosial, peristiwa,
peran, interaksi dan kelompok.Populasi penelitian ini adalah perajin tenun
rangrang di Dusun karang, Desa Pejukutan, Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten
Klungkung yang berjumlah 81 orang. Sampel penelitian ini berjumlah 6 orang
penenun kerajinan tenun Rangrang, 2 siswa SMP kelas VII dan 2 Guru bidang Studi
IPS yang ditentukan melalui pendekatan porposive sampling. Langkah-langkah yang
digunakan untuk mengumpulkan data yaitu 1) Teknik pengumpulan data (observasi,
wawancara, dan studi dokumen) 2) Analisis data, 3) Penulisan hasil penelitian.
Hasil penelitian ini menunjukan 1) sejarah keberadaan tenun rangrang
diperkirakan sudah ada sejak zaman kerajaan Majapahit dengan nama cerik bolong,
kemudian berkembang menjadi nyrangnyang, terakhir menjadi rangrang; (2)
Pemertahanan usaha kerajinan tenun Rangrang dipengaruhi oleh beberapa
faktor,yaitu ; meningkatkan pendapatan keluarga, melestarikan warisan dari
kebudayaan leluhur dan faktor lingkungan; 3) sistem produksi meliputi : Alat,
bahan dan tenaga kerja. Alat yang digunakan adalah tenun cagcag, Bahan yang
dipergunakan: benang metris dan rayon, pewarna alami menggunakan daun tarum,
daun jati, kulit kayu (jamblang, mangga, kepundung/menteng, mengkudu),dan kayu
secang/sepang, penguat warna alami digunakan tunjung/mimusops elengi, kapur
tohor/calcium carbonate, dan tawas/ potasium alum sulfide), sedangkan pewarna
kimia menggunakan pewarna direk dan nandrin, serta metanol sebagai penguat
pewarna kimia; (3) Aspek yang terdapat pada kerajinan Tenun Rangrang sebagai
sumber belajar meliputi: Aspek ketekunan, Aspek sumber daya alam dan aspek
kewirausaha.
Penulis: I Komang Wisujana
Putra ., Drs. I Wayan Mudana,M.Si. ., Ketut Sedana Arta, S.Pd
Kode Jurnal: jpsejarah&umumdd140140