KEIKUTSERTAAN PEREMPUAN DALAM PEMERTAHANAN TRADISI PEMBUATAN BANTEN MELALUI SEKOLAH NONFORMAL PADA PASRAMAN PINANDITA BRAHMA VIDYA SAMGRAHA, DESA PAKRAMAN PENARUNGAN, SINGARAJA, BALI

Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Latar belakang berdirinya Pasraman Pinandita Brahma Vidya Samgraha (2) Latar belakang perempuan mengikuti pendidikan nonformal pembuatan banten di Pasraman Pinandita Brahma Vidya Samgraha (3) Sistem pendidikan nonformal yang diterapkan pada Pasraman Pinandita Brahma Vidya Samgraha. Penelitian ini sepenuhnya mengacu pada metode yang telah disiapkan. Pendekatan penelitian menggunakan deskriptif kualitatif. Penentuan informan dengan menggunakan teknik purposive sampling dan dikembangkan dengan teknik snow ball. Pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan pencatatan dokumen. Data yang diperoleh diolah secara berkesinambungan (continue) yang diawali dengan mengumpulkan data, memilah-milah data, mengklarifikasi data dan mengolah data dengan teknik pengolahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa latar belakang berdirinya Pasraman Pinandita Brahma Vidya Samgraha disebabkan oleh keprihatinan Ida Bhawati Hermawan Tangkas terhadap umat Hindu yang belum mengerti dan paham akan tata cara upacara yadnya termasuk tradisi pembuatan banten. Ini yang mendorong Ida Bhawati Hermawan Tangkas bersama tokoh-tokoh agama Hindu di Desa Pakraman Penarungan dan bekerja sama dengan PHDI Kabupaten Buleleng untuk mewujudkan keinginan untuk mendirikan tempat belajar yang bisa diikuti oleh seluruh lapisan umat Hindu, sehingga berdirilah Pasraman Pinandita Brahma Vidya Samgraha seperti yang kita lihat saat ini. Motivasi perempuan belajar di pasraman dipengaruhi oleh motivasi intrinsik untuk terlibat dalam pendidikan nonformal dengan mempertahankan tradisi pembuatan banten serta mengurangi ketergantungan terhadap pasar dan ektrinsik dengan lingkungan belajar kondusif serta mengembangkan jaringan sosial. Sistem pendidikan nonformal yang berlaku di Pasraman Pinandita Brahma Vidya Samgraha memiliki memiliki komponen-komponen pendidikan, seperti pendidik, peserta didik, fasilitas pendidikan, metoda pembelajaran dan waktu pembelajaran.
Kata Kunci: Perempuan, tradisi, banten, nonformal, dan pasraman
Penulis: Vania Ratna Wedha, Prof. Dr. Nengah Bawa Atmadja,MA ., Drs. I Wayan Mudana,M.Si
Kode Jurnal: jpsejarah&umumdd140120

Artikel Terkait :