IDENTIFIKASI BENTUK DAN FUNGSI TARIAN REJANG SUTRI DI DESA BATUAN, SUKAWATI, GIANYAR SEBAGAI SUMBER BELAJAR SEJARAH KEBUDAYAAN DI SMK NEGERI 3 SUKAWATI
ABSTRAK: Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui (1)Latar Belakang Tari Rejang Sutri sebagai tarian
sakral, (2) Bentuk dan fungsi tarian Rejang Sutri, dan (3) nilai-nilai dalam
tari Rejang Sutri sebagai sumber belajar sejarah kebudayaan. Penelitian ini merupakan
jenis penelitian kualitatif. Tahap-tahap yang dilakukan dalam penelitian
kualitatif ialah (1) Penentuan Rancangan, (2) Penentuan Lokasi, (3) Jenis dan
Sumber Data (4) Pengumpulan data, (Observasi, Wawancara, Studi Kepustakaan,
Instrumen Penelitian, Penentuan Informan dan Analisis data). Berdasarkan temuan
di lapangan ada faktor historis tari Rejang Sutri, lahir pada abad ke-17
tepatnya tahun 1658 di Kerajaan Timbul (Sukawati) saat berkuasa Ida Sri Aji
Maha Sirikan bergelar I Dewa Agung Anom. Saat itu ada pengikut Balian Batur
yaitu I Gede Mecaling yang sangat meresahkan masyarakat dengan menebar penyakit
non medis, untuk mengurangi keresahan akan ancaman I Gede Mecaling masyarakat
menarikan Tarian Rejang Sutri. Tarian Rejang Sutri melambangkan bidadari,
sehingga membuat I Gede Mecaling terlena dan lupa untuk menebar penyakit. Oleh
karena itu tarian ini dianggap sebagai penangkal ancaman penyakit dari I Gede
Mecaling. Tarian tersebut disakralkan sampai sekarang. Bentuk tarian Rejang
Sutri adalah suatu tarian yang ditarikan oleh sekelompok wanita yang merupakan
tarian massal. Sedangkan bentuk gerakannya ada tiga yaitu: (1)Nyaup,
(2)Ngembat, (3)Mejalan. Fungsinya ada empat yaitu: (1)Fungsi Religius,
(2)Pendidikan, (3)Estetika, (4)Sosial. Nilai tarian Rejang Sutri yang dapat
dijadikan sumber belajar sejarah kebudayaan: (1)Nilai historis yang terkandung
dalam Tari Rejang Sutri di Desa Batuan dapat menimbulkan spirit atau kekuatan
bagi masyarakat Batuan. (2)Nilai keyakinan Tari Rejang Sutri merupakan tari sakral,
dipercaya untuk penolak bala dan menghindarkan dari wabah penyakit. (3)Nilai
ekstrinsik Tari Rejang Sutri merupakan warisan leluhur yang di lestarikan
sampai saat ini. (4)Nilai sosial dan sistem komunikasi merupakan satu
organisasi yang menghasilkan keterampilan seni, dan sistem komunikasi antara
Prajuru, penari, pemangku, serta masyarakat.
Penulis: I Gede Oka Parwata,
Dra. Desak Made Oka Purnawati,M.Hum ., Dra. Luh Putu Sendratari,M.Hum
Kode Jurnal: jpsejarah&umumdd140122